#covid-19#ppkm

Pengawasan Ketat Jaga Status PPKM Bandar Lampung di Level 1

( kata)
Pengawasan Ketat Jaga Status PPKM Bandar Lampung di Level 1
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana bersama Satgas Covid-19 saat melakukan pengawasan terhadap kafe yang melanggar aturan jam operasional, Sabtu, 25 Desember 2021. Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyebut pengawasan kegiatan masyarakat yang ketat telah menjadikan Kota Bandar Lampung mampu bertahan dalam status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Bandar Lampung, Ahmad Nurizki mengatakan, pihaknya bersama tim yustisi melakukan patroli setiap malam. Pengawasan dilakukan di lokasi rawan kerumunan, seperti angkringan hingga taman bermain.

Patroli tersebut telah dilakukan sejak awal pandemi covid-19. Meski situasi sudah cukup terkendali, kegiatan pengawasan terus dilakukan agar tidak terjadi kenaikan kasus.

"Keberhasilan mengendalikan situasi pandemi ini berkat kerja sama antara masyarakat dan pemerintah," ungkapnya, Senin, 15 Agustus 2022.

Baca: Sejumlah Jurus Gubernur Pulihkan Ekonomi Pasca-Pandemi di Lampung

 

Tidak hanya pengawasan, dalam patroli juga diisi kegiatan vaksinasi demi mengurangi risiko penularan covid-19.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dnkes) Bandar Lampung, Desti Mega Putri menambahkan, capaian vaksinasi dosis 1 di Bandar Lampung sudah melebihi target, yakni 884.486 penduduk.

Capaian vaksinasi dosis 2 pun sudah mencapai 758.872 penduduk. Sementara untuk vaksinasi dosis 3 atau booster masih di angka 233.435 penduduk.

"Vaksinasi sudah disediakan di 32 Puskesmas. Pada 18 Agustus nanti juga akan ada vaksinasi massal," kata dia.

Selain di fasilitas layanan kesehatan terdekat, pihaknya juga menyediakan gerai vaksin di mal yang berada di sekitar Bandar Lampung. 

Saat ini jumlah temuan kasus Covid-19 di Bandar Lampung mencapai 17.204 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 16.263 orang telah berhasil sembuh dan 843 orang meninggal dunia.

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar