#spbu

Pengawas SPBU Pengajaran Telukbetung Utara Bantah Adanya Kecurangan Takaran

( kata)
Pengawas SPBU Pengajaran Telukbetung Utara Bantah Adanya Kecurangan Takaran
Suasana SPBU di Jalan Wolter Monginsidi, Pengajaran, Telukbetung Utara, Kamis, 17 Februari 2022. (Foto: Lampost.co/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Pengawas Stasiun Pengisian BahanBakar Umum (SPBU) Pengajaran membantah adanya kecurangan dengan mengurangi takaran bahan bakar Pertamax.

"Perlu digarisbawahi itu adalah Pertamax bukan solar. Menunggu hasil dari pihak terkait, kami tidak berwenang mengeluarkan pernyataan itu,"kata pengawas SPBU Alan, ditemui di Kantor SPBU Pengajaran, Kamis, 17 Februari 2022.

Ia melanjutkan, saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari Polsek TBU dan dinas terkait. Dimana ia hanya membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian setempat.

Menurut Alan, pengecekan yang dilakukan polisi untuk memastikan takaran BBM yang dibeli konsumen. 

"Kami hanya menjalankan tugas, karena untuk melakukan tera ulang itu dari pihak metrologi," ujar Alan.

Menurutnya, pihak SPBU selalu melakukan pengecekan rutin mengenai takaran bahan bakar. Hal itu dilakukan agar bahan bakar yang keluar sesuai dengan pembelian.

"Biar dari pihak terkait saja yang menjelaskan," kata Alan.

Baca juga: Takaran Solar di SPBU Monginsidi Bandar Lampung Dicek

Ia membenarkan, polisi telah memeriksa pihak SPBU saat ini.  Dan polisi juga membawa bahan bakar pertamax ke Mapolsek TBU. 

Berdasarkan pantauan, empat unit stasiun bahan bakar SPBU di Jalan Wolter Monginsidi, Pengajaran, Telukbetung Utara tidak ada yang disegel. Dimana banyak pengendara roda dua maupun empat masih mengantre mengisi bahan bakar. 

Diberitakan sebelumnya, Polsek Telukbetung Utara menggrebek Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bernomor 24.352-127, di Jalan Wolter Monginsidi, Pengajaran, Bandar Lampung. SPBU tersebut diduga melakukan kecurangan dengan mengurangi takaran bahan bakar solar.

Kapolsek Telukbetung Utara, Kompol Robi Wicaksono mengatakan, informasi kecurangan berawal dari laporan masyarakat yang diterima. Menurutnya, saat mengisi di SPBU diketahui jumlah liter yang keluar tidak sesuai ukuran jeriken sehingga warga melaporkan ke pihak berwajib.

"Sehingga kami pada Rabu sore sekitar pukul 17.30 WIB langsung bergerak mengecek fakta dugaan tersebut,"ujarnya, di Mapolsek TBU, Kamis, 17 Februari 2022. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar