#BANDARLAMPUNG

Pengangkutan Gerbong Kereta Merusak Median Jalan Yos Sudarso

( kata)
Pengangkutan Gerbong Kereta Merusak Median Jalan Yos Sudarso
Truk membawa gerbong menyeberang di Jalan Yos Sudarso. Dok. warga


Bandar Lampung (Lampost.co) – Warga yang melintasi Jalan Yos Sudarso mengeluhkan adanya pembongkaran median jalan di depan pelabuhan peti kemas dan tanah milik PT KAI. Masyarakat khawatir karena kondisi tersebut dapat membahayakan pengendara.

"Yang suka melintas di sini bukan hanya truk besar saja, tapi minibus, motor juga lewat, jadi malah membahayakan. Kemarin sempat tanya katanya dibongkar karena ada gerbong kereta api lewat jadinya dibongkar median jalan ini," kata salah seorang warga, Safi'i, Kamis, 08 Desember 2022.

Menyikapi hal tersebut Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah Tugas Perbantuan (SKPD-TP) BPJN Lampung, Ahmad Barden Mogni mengatakan median yang dibongkar tersebut karena ada aktivitas kendaraan yang membawa gerbong kereta.

"Benar ada laporan masyarakat ada kendaraan membawa gerbong kereta, yang akibatnya merusak median jalan di Jalan Yos Sudarso. Padahal pekerjaan median itu baru akan diserah terimakan pada 13 Desember nanti," kata Ahmad Barden.

Dia mengatakan melintasnya gerbong tersebut dapat menimbulkan kerusakan jalan. Sebab kekuatan jalan nasional hanya mampu menahan beban kendaraan 10 hingga 15 ton dengan sumbu muatan 8 ton.

"Sementara kendaraan yang bawa gerbong bebannya bisa mencapai 80 ton. Jadi harus ada pengawalan karena yang kami khawatir terjadi beban kejut. Karena jalan dan jembatan itu ada kapasitasnya," kata dia.

Terpisah Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Jaka Jakarsih membenarkan ada aktivitas rangkaian kereta api dan lokomotif yang berasal dari Lampung melalui Jalan Yos Sudarso. Kereta tersebut akan dibawa ke Pulau Jawa.

"Ada mutasi kereta dari Sumatera ke Pulau Jawa. Untuk yang lewat darat jumlahnya sendiri ada satu rangkaian plus dua lokomotif, karena lintasnya menuju pelabuhan, jadi lewat Jalan Yos Sudarso," kata dia.

Dia mengatakan dalam pengiriman kereta tersebut, pihaknya menggunakan jasa ekspedisi. Pihak pengangkut gerbong menyatakan telah berkoordinasi BPJN Lampung sehingga jika ada kerusakan jalan langsung diperbaiki oleh pengangkut.

"Dalam pengangkutan gerbong ini kami pakai mitra. Jika memang nantinya terjadi kerusakan terhadap fasilitas umum maka akan diperbaiki. Dalam perjalanan kereta tersebut juga mendapatkan pengawalan, bahkan gerbongnya sudah dijalan menuju Tanjung Priok," kata dia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar