Pengamat:SiswiSMAN17TersangkaLakalantasDiharapkanJalaniSidangDiversi

Pengamat: Siswi SMAN 17 Tersangka Lakalantas Diharapkan Jalani Sidang Diversi

( kata)
Pengamat: Siswi SMAN 17 Tersangka Lakalantas Diharapkan Jalani Sidang Diversi
dok google images

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat Hukum Universitas Lampung Wahyu Sasongko, menilai perkara pidana yang menerpa FS (16), siswa SMAN 17 Bandar Lampung, bisa dilakukan melalui upaya non penal dan non litigasi.

FS ditetapkan sebagai tersangka usai dirinya dinilai lalai ketika mengendarai motor pada Jumat, 17 Januari 2020, hingga mengalami kecelakaan dan menyebabkan rekannya Siska Naura meninggal usai tergilas truk.

Biasanya ada upaya persidangan diversi yang dilakukan pihak kepolisian dengan menghadirkan kedua belah pihak berperkara, tanpa mesti sidang di meja hijau.

"Ya dia kan juga korban, pasti enggak mau berharap kawannya meninggal, makanya kalau di sistem pidana anak, kan ada namanya diversi," ujarnya,

Ia berharap upaya diversi dapat dilakukan oleh penyidik Satlantas Polresta Bandar Lampung dengan melihat beberapa asas hukum yang melindungi anak, dan kondisi psikis anak itu sendiri, apalagi FS masih mengenyam pendidikan, dan sedang dirawat.

"Ada asas restoratif justice, saya harap bisa dilalukan dengan hal itu, keluarga korban dan keluarga dia (FS), bisa dilakukan pertemuan dan seperti apa langkah baiknya," katanya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar