#pertumbuhanekonomi#pertanian&pariwisata

Pengamat: Sektor Pertanian dan Pariwisata di Lampung Harus Ditingkatkan di 2023

( kata)
Pengamat: Sektor Pertanian dan Pariwisata di Lampung Harus Ditingkatkan di 2023
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi di Lampung tahun 2022 menunjukan progres yang baik. (Foto:Ilustrasi)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung 2022 sebesar 4% atau lebih baik dari 2021 menandakan kondisi ekonomi yang mulai pulih pascapandemi Covid-19. Namun, sektor pertanian dan pariwisata harus lebih digenjot lagi.

Pengamat Ekonomi Asrian Hendi Caya mengapresiasi pertumbuhan ekonomi di Lampung.  Saat ini kondisi pascapandemi Covid-19 dan pencabutan PPKM oleh pemerintah pusat menggambarkan bahwa ekonomi di Lampung khususnya sudah kembali pulih. 

"Terlihat aktivitas ekonomi terus tumbuh, mobilitas orang dan barang juga meningkat," katanya, Minggu, 1 Januari 2023.

Asrian menambahkan mobilitas pascapandemi Covid-19 ini mencerminkan pergerakan ekonomi di Lampung secara baik.

"Ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi naik d iatas 4,5% pada 2022. Konsumsi rumah tangga menjadi pemicu karena berperan penting dalam perekonomian," jelasnya.

Akan tetapi evaluasi yang menurutnya harus dilakukan oleh pemerintah Provinsi Lampung di tahun 2023 adalah masalah ketenagakerjaan.

Walau orang bekerja sudah kembali meningkat tapi strukturnya masih menunjukkan hal yang harus dibenahi. Karena pekerja bebas atau serabutan dan pekerja keluarga meningkat lebih tinggi," tuturnya.

Pekerja keluarga ini yang menjadi masalah di Provinsi Lampung, walau mereka berstatus bekerja akan tetapi mereka berpenghasilan tidak pasti.

"Perubahan struktur biaya terkait BBM dan listrik (energi) ikut membebani bangkitnya industri. Sebagai pengekspor hasil bumi akan mendapati tekanan ancaman resesi  di negara maju yang menjadi tujuan ekspor Lampung meski tidak separah ekspor barang industri/ konsumtif, " terangnya.

Ia meminta juga sektor pertanian seperti perikanan, peternakan, kehutanan, tanaman pangan hoktikultura harus tetap menjadi fokus. Sebab, hampir 5 tahun belakangan pertumbuhannya hanya sekitar 1% bahkan tahun 2021 minus.

"Yang menonjol harus dikembalikan kondisinya adalah holtikultura," ujarnya.

Perlunya juga hilirisasi hasil pertanian yang terus didorong perkembangannya untuk meningkatkan nilai tambah, sehingga kesejahteraan masyarakat juga lebih meningkat.

"Karena sektor pertanian membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat," jelasnya.

Selain pertanian, sektor pariwisata juga yang menurutnya harus terus dipacu dengan menciptakan ekosistem yang baik dan kompetitif.

Karena potensi dan objek wisata di Provinsi Lampung yang beragam serta dukungan transportasi dan akomodasi tambah baik. Maka dari itu perlu juga pemerintah memperbanyak kegiatan event agar dapat mengundang wisatawan domestik dan mancanegara.

"Lampung jika fokus wisata mancanegara dan domestik dapat menaikkan pendapatan ekonomi masyarakat, karena laut kita sangat bagus untuk surfing. Dan itu dicari wisatawan," pungkasnya.

Sri Agustina










Komentar