#netralitas#media#pemil2019#nasional

Pengamat Sebut Pentingnya Netralitas Media pada Pemilu

( kata)
Pengamat Sebut Pentingnya Netralitas Media pada Pemilu
Ilustrasi (Google image)

PALU (Lampost.co)--Pengamat politik yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Untad Palu Dr. Irwan Waris mengemukakan bahwa netralitas media massa penting pada Pemilu 2019.

Dalam menjaga kekuatan yang dimiliki media massa, menurut Irwan, perlu mengedepankan kontrol diri dan sensor diri. Hal ini penting agar pers/media tidak menjadi partisan.

"Pers dan media memang memiliki keberpihakan. Namun, keberpihakan itu pada kebenaran. Berpihak pada kebaikan demokrasi dan pada masyarakat," katanya.

Irwan juga mengingatkan politikus agar tidak menggunakan pers/media massa untuk kepentingan pribadinya.

Menurut dia, terdapat lima yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi, yakni politik uang, netralitas PNS/ASN/TNI/Polri, netralitas media massa, media sosial, dan politik identitas atau SARA.

Ia mengajak masyarakat untuk mengawal, mengawasi, dan menjaga lima unsur tersebut agar kualitas demokrasi yang dinginkan dapat tercapai.
 
Sementara itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau pers untuk berimbang dalam pemberitaan pada masa kampanye Pemilu 2019.

"Tidak hanya menguntungkan atau banyak mempublikasikan sisi 'brand' positif peserta pemilu tertentu, tetapi secara berimbang memberitakan peserta pemilu yang lain," kata Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah Ruslan Husein di Palu, Kamis (13/12).

Bawaslu percaya terhadap insan pers dan media massa yang akan berada di posisi netral terkait dengan pemberitaan peserta pemilu.

Ruslan yakin bahwa media massa selalu mengacu pada kode etika jurnalistik sehingga dalam pelaksanaan tugasnya mengedepankan edukasi kepada masyarakat.

Ia menegaskan salah satu komponen atau pilar yang turut serta menunjang serta bertanggung jawab menjaga kualitas demokrasi di tanah air adalah media massa.

Antara



Berita Terkait



Komentar