#PENIPUAN#ORDERFIKTIF

Pengamat: Polresta Koordinasi dengan Polda Ungkap Kasus Order Fiktif

( kata)
Pengamat: Polresta Koordinasi dengan Polda Ungkap Kasus Order Fiktif
Tangkapan layar percakapan pelaku dan pedagang pempek saat pemesanan. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat hukum Universitas Lampung (Unila), Eddy Rifai, menyarankan Polresta Bandar Lampung segera berkordinasi dengan Cyber Crime Polda Lampung untuk mengungkap oknum pelaku order fiktif ke sejumlah pedagang.

"Jika Polresta Bandar Lampung mengalami kesulitan, saya kira perlu meminta bantuan Polda. Karena di sana lebih lengkap alat yang digunakan untuk mengungkap pelaku,"kata dia, Jumat, 6 Agustus 2021.

Baca juga : Polresta Belum Temukan Pelaku Order Fiktif

Dalam perkara ini, pelaku dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan juga pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang penipuan.

"Karena dia menggunakan kejahatan di dunia maya, menggunakan nomor orang lain, dan merugikan orang lain untuk berbuat kejahatan," ujarnya. 

Baca juga: Polda Lampung Siap Bantu Bongkar Kasus Order Fiktif

Selanjutnya, untuk korban yang sudah melapor ke Polresta Bandar Lampung bisa terus memantau perkembangan jalannya penyelidikan. Caranya dengan meminta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang merupakan hak bagi pelapor. 

"Bisa minta perkembangan sampai sejauh mana laporan pelapor,"katanya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pedagang di Kota Bandar Lampung mendapatkan orderan fiktif. Pelaku memesan orderan dengan mengirimkan alamat di Jalan Gunungagung, Kupangkota, Telukbetung Utara, Minggu, 25 Juli 2021. Lima pedagang yang memesan melalui aplikasi whatsapp orderan fiktif itu merugi hingga jutaan rupiah.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar