#anggarancovid-19#beritalampung

Pengamat: Polda Lampung Harus Transparan soal Pemeriksaan Kadinkes Lampung

( kata)
Pengamat: Polda Lampung Harus Transparan soal Pemeriksaan Kadinkes Lampung
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana. Lampost.co/ Atika


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Pengamat Hukum Universitas Lampung (Unila) Yusdianto percaya kepada Polda Lampung dibawah pimpinan Irjen Akhmad Wiyagus untuk membuktikan apakah benar adanya dugaan penyelewengan dana Covid-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Sebab, menurutnya Irjen Akhmad Wiyagus sudah dipercaya sebagai polisi berintegritas di ajang Hoegeng Awards 2022.

"Kalau bicara sosok kita tidak meragukan lagi, mengenai kapasitas, penghargaan yang sudah beliau terima," katanya, Senin, 25 Juli 2022.

Terlebih lanjut Yusdianto, Irjem Akhmad Wiyagus saat pertama kali menjabat Kapolda Lampung mengatensi dan berjanji menindak tegas tiga perkara yakni begal, geng motor dan korupsi.

Baca Juga : Reihana Dimintai Keterangan Anggaran Covid-19 Lampung

"Kapolda Lampung sudah berjanji untuk menumpas Korupsi yang ada di Lampung. Masyarakat percaya karena status yang sudah melekat yakni polisi berintensitas,"ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat harus mendapatkan kepastian terkait pemanggilan terhadap Reihana di Polda Lampung. Karena Lanjut Yusdianto, kabar yang berkembang saat ini tentang penggunaan anggaran dana Covid-19.

"Polda Lampung harus transparan, jelaskan ke Publik kenapa Reihana bolak-balik dipanggil Ditreskrimsus Polda Lampung," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana Wijayanto kembali diperiksa Tipikor Ditreskrimsus Polda Lampung, pada Senin, 25 Juli 2022. Reihana dikabarkan diperiksa masalah anggaran dana covid-19. Pemanggilan terhadap dirinya sudah kedua kalinya.

Ia naik ke Lantai tiga Ditreskrimsus Polda Lampung bersama kuasa hukumnya,Yopi Hendro yang tergabung dengan Kantor Hukum Ahmad Handoko Associate and Law Firm.

Kuasa Hukum Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, Ahmad Handoko membenarkan bahwa kliennya diperiksa terkait anggaran dana Covid-19.

Namun, Handoko menampik bahwa Reihana dilakukan pemeriksaan.

"Kami memenuhi panggilan untuk melakukan interview, wawancara terkait penggunaan anggaran yang perlu dijelaskan," katanya.

Ia menjelaskan, kliennya sedikitnya sudah dua kali dipanggil oleh Ditreskrimsus Polda Lampung tentang penggunaan anggaran Covid-19. Namun, Ahmad Handoko enggan menyebutkan anggaran tahun berapa. 

Sejak pukul 13.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00, Reihana masih dimintai keterangannya terkait penggunaan dana anggaran dinas kesehatan.

Berdasarkan pantauan, ada kendaraan dinas Kesehatan Kabupaten/kota turut terparkir di Mapolda Lampung.

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar