#unila#pendidikan

Pengamat Pendidikan Minta Transparansi PMB Jalur Mandiri Unila

( kata)
Pengamat Pendidikan Minta Transparansi PMB Jalur Mandiri Unila
Rektorat Unila. Lampost.co


Bandar Lampung (lampost.co) -- Pengamat Pendidikan Universitas Lampung (Unila), M Thoha B Sampurna Jaya, menyebut jalur mandiri diberi porsi 15% dari biasanya 30%. 

Kuota tersebut menjadi kebijakan dari Plt. Rektor Unila Mohammad Sofwan Effendi, karena ingin jalur tes dan prestasi diisi terlebih dahulu dan porsinya dilebihkan. 

Dengan wacana itu, dia menilai Unila perlu berhati-hati karena porsi jalur mandiri berkurang. Artinya, persaingan semakin ketat dan Unila perlu transparan. 

"Kalau dikurangi porsinya berarti terjadi persaingan yang lebih ketat," kata Thoha, Senin, 26 September 2022. 

Dengan persaingan yang lebih ketat, bakal banyak peminat masuk jalur mandiri. Untuk itu, perlu transparansi guna mencegah penyimpangan. 

"30% saja bisa terjadi penyimpangan, apalagi 15% makin ketat persaingannya, perlu kehati-hatiannya," jelasnya. 

Ia mengatakan jika semasanya menjadi Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni periode 2000-2008, jalur mandiri sudah ada. Namun, diberi nama jalur utusan daerah. Konteksnya untuk membantu orang yang berdomisili di Lampung untuk bisa masuk Unila. 

"Utusan daerah itu ditandatangani wali kota/bupati. Untuk membantu siswa di Lampung karena bersaing di nasional sulit," ujarnya. 

 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar