#beritalampung#beritalampungterkini#pendidikan#dak#sekolah#pembangunanfisik

Pengamat Pendidikan Berharap DAK juga untuk Fasilitas Penunjang Pembelajaran

( kata)
Pengamat Pendidikan Berharap DAK juga untuk Fasilitas Penunjang Pembelajaran
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat pendidikan Universitas Lampung (Unila) M. Thoha B Sampurna Jaya mengatakan anggaran pembangunan dari dana alokasi khusus (DAK) Rp112 triliun pada 2023 jangan hanya untuk fisik sekolah, tapi juga fasilitas penunjang pembelajaran. Artinya, selain untuk merehabilitasi dan membangun gedung baru sekolah, DAK tersebut dapat membantu fasilitas yang lain dalam mendukung proses pembelajaran.

"Seperti laboratorium. Kalau kita bicara fasilitas pembelajaran masih lemah, seperti SMK sangat terbatas sekali. Harapan kita dialokasikan juga untuk membantu fasilitas seperti laboratorium, perpustakaan, dan sebagainya," katanya, Rabu, 28 September 2022.

Baca juga: 3.000 Ruang Kelas SMA dan SMK di Lampung Rusak

Dia menambahkan DAK dari Pemerintah Pusat itu sifatnya back up atau membantu dari belakang saja. "Oleh karena itu, Pemerintah Pusat mengirimkan bantuan pembangunan fisik DAK yang mencapai Rp112 triliun ke pemda untuk membantu kerusakan fisik. Itu akan menjadi tanggung jawab pemda," ujarnya.

Menurut dia, alokasi DAK di Lampung sesuai kebutuhan sekolah karena 3.255 ruang kelas rusak ringan tingkat SMA dan 3.198 juga rusak ringan di SMK, dan 205 di SLB.

"Sebenarnya pembangunan fisik sekolah di Lampung tanggung jawab pemda sebagai koordinator.  Kalau tingkat SMA adalah pemprov, sedangkan SMP dan SD pemerintah kota maupun kabupaten," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar