#beritalampung#beritabandarlampung#humaniora#kemendikbud

Pengamat Nilai Indeks Kepuasan Stakeholder Kemendikbud-Ristek Tak Naik Signifikan

( kata)
Pengamat Nilai Indeks Kepuasan Stakeholder Kemendikbud-Ristek Tak Naik Signifikan
Foto: Dok/MI


Bandar Lampung (Lampost.co): Setiap tahunnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) melakukan Survei Kepuasan Pemangku Kepentingan/Stakeholders Satisfaction Survey (SSS) untuk mengukur tingkat kepuasan terhadap program dan kebijakan yang sudah dijalankan.

Secara keseluruhan, indeks kepuasan pemangku kepentingan Kemendikbud-Ristek tahun 2022 meningkat 1,3 poin menjadi 85,9 dari poin 84,6 pada 2021.

Menurut pengamat pendidikan Unila, M. Thoha B Sampurna Jaya, meningkatnya indeks kepuasaan pemangku kepentingan terhadap Kemendikbud-Ristek tahun ini walau relatif kecil dengan angka 1,3 poin bisa diwajarkan.

"Semua bisa dipahami, karena adanya perubahan dari pelayanan online ke offline," katanya, Kamis, 29 Desember 2022.

Tetapi menurutnya hal itu belum menggambarkan adanya peningkatan yang signifikan, terlebih bidang pendidikan hanya meningkat 0,7 poin.

Ia menyarankan agar Kemendikbud-Ristek evaluasi di tahun 2023 terkait beberapa aspek-aspek di lini Kemendikbud-Ristek.

"Pemerataan di aspek sarana-prasarana, khususnya teknologi informasi, pemerataan kuantitas dan kualitas pembelajaran, pemerataan dan penempatan tenaga kependidikan," terangnya.

Selain hal tersebut, ada juga banyak indikator lain seperti pemenuhan tenaga pendidik yang profesional, ketercukupan fasilitas pembelajaran, dan kelancaran pembayaran gaji guru PPPK.

"Solusinya satu, yakni pemenuhan anggaran pendidikan yg diamanatkan undang-undang, yakni 20% dari APBN maupun APBD," pungkasnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar