#apbd#beritalampung

Pengamat Nilai Dampak Penyerapan Anggaran Pemerintah

( kata)
Pengamat Nilai Dampak Penyerapan Anggaran Pemerintah
Ilustrasi: Foto: Dok/Google Images

Bandar Lampung (Lampost co): Provinsi Lampung menempati peringkat 8 penyerapan anggaran tertinggi di Indonesia dan jumlah APBD yang terpakai baru 32%. Menyikapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan sekaligus Dosen Universitas Lampung, Hasriadi Hendicaya, mengatakan bahwa terdapat beberapa dampak yang terjadi dari penyerapan tersebut.

"Dampak jika belanja pemerintah terlihat sedikit-dikit ini, terlebih saat pandemi adalah terkesan tidak mengutamakan keperluan yang seharusnya dikeluarkan," kata dia kepada Lampost.co, Kamis, 16 Juli 2020.

Dia menjelaskan dalam perhitungan saat ini pengeluaran pemerintah perannya terhadap perekonomian Provinsi Lampung hanya sebesar 10%. Hal ini mempengaruhi menurunnya perekonomian daerah.

Terlebih, lanjut dia, dampak juga terjadi terhadap pertumbuhan daerah yang nantinya akan terhambat. Sedangkan semua kehidupan terus berjalan dan harus terdapat kejelasan. 

Baca juga: Serapan APBD Semester I Pemprov Lampung Baru Terealisasi 32%

"Saat krisis seperti ini, ya diharapkan pemerintah dapat meningkatkan pengeluaran untuk menggerakkan ekonomi. Kan nanti akan berpengaruh dan berbaik juga ke pemerintah jika masyarakat berjalan optimal," kata Asrian.

Dampak terhadap pertumbuhan juga, lanjut dia, akan lebih baik jika ekonomi bergerak dan menjadikan adanya permintaan barang dan jasa, sehingga produksi masyarakat ada yang terserap.

"Menurut saya wajar pemimpin negara kita (Joko Widodo) kecewa karena realisasi belanja kita ini rendah dan masuk dibawah rata-rata," uajrnya.

Ia menambahkan jika salah satu bentuk pengeluaran pemerintah adalah bantuan sosial (bansos) dengan tujuan menambah konsumsi masyarat atau pengeluaran masyarakat. "Menurut saya dari adanya bansos ini berperan 60% terhadap perekonomian," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar