#amerikaserikat #indonesia-as #joebiden #donaldtrump #pilpresas2020 #asean-as

Pengamat Menilai Kebijakan Luar Negeri Biden Condong ke Multilateral

( kata)
Pengamat Menilai Kebijakan Luar Negeri Biden Condong ke Multilateral
Joe Biden bersama Kamala Harris dan pasangan mereka masing-masing dalam acara pidato kemenangan di Wilmington, Delaware pada Sabtu, 7 November 2020. Pool/Getty/AFP


Jakarta (Lampost.co) -- Kebijakan luar negeri Presiden terpilih AS Joe Biden dinilai akan lebih mengedepankan pendekatan multilateral, termasuk dengan ASEAN. Demikian disampaikan Andrew Mantong, pengamat hubungan internasional CSIS, yang mengatakan kerja sama Biden di ASEAN kemungkinan condong ke arah keamanan.

Joe Biden terpilih sebagai presiden ke-46 AS usai mengalahkan petahana Donald Trump dengan perolehan lebih dari 270 electoral college atau suara elektoral.

"Biden mungkin akan lebih serius dalam menggunakan organisasi-organisasi internasional, multilateralisme, untuk Amerika Serikat," kata Andrew kepada Medcom.id, Minggu, 8 November 2020.

"Secara diplomasi, iklimnya akan lebih damai ketimbang yang sudah dilakukan Trump," kata dia.

Menurut Andrew, Biden lebih sesuai dengan gaya diplomasi ASEAN. Hal ini dinilai sesuai dengan gaya kebijakan luar negeri Indonesia.

Berbeda dari pemerintahan Trump, Biden juga dinilai akan memasukkan isu pelestarian lingkungan hidup dan kesetaraan gender ke dalam kebijakan luar negeri AS.

Dia menuturkan, walaupun Biden menjadi presiden, hubungan AS dengan Indonesia tidak akan mengalami banyak perubahan. Selama ini, pola hubungan AS dengan Indonesia lebih sering menyinggung isu yang berkaitan dengan terorisme dan radikalisme.

"Diplomasi Amerika di sini (Indonesia) polanya seperti itu saja. Indonesia juga tidak akan macam-macam dan tidak akan keluar dari manuver karena kita adalah negara yang menganut politik luar negeri bebas dan aktif," ujarnya.

Dalam pidato kemenangannya, Biden bertekad menjadi presiden untuk semua masyarakat AS. Ia mengatakan salah satu fokus utama di awal pemerintahannya adalah menangani pandemi virus korona (Covid-19).

Medcom









Komentar