#beritalampung#beritalampungterkini#pilrekunila#pilrek#unila#haksuara

Pengamat Klaim Suara Menteri dalam Pilrek 53%

( kata)
Pengamat Klaim Suara Menteri dalam Pilrek 53%
Foto. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memiliki hak suara yang lebih besar dalam pemilihan rektor (pilrek) Unila. Dalam Peraturan Kemenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 dalam Ayat (9) menjelaskan menteri memiliki 35% hak suara dari total pemilih yang hadir.

Namun, pengamat pendidikan Universitas Lampung (Unila) M. Thoha B Sampurna Jaya mengatakan jika 35% suara Kemendikbudristek dalam pilrek di perguruan tinggi negeri PTN sepenuhnya tidak benar. Sementara itu untuk senat memiliki 65% (enam puluh lima persen) hak suara dan masing-masing anggota memiliki hak suara yang sama. 

Baca juga: IRT Hingga Karyawan BUMD Turut Diperiksa Soal Suap PMB Unila 

Namun, Thoha mengeklaim sebenarnya kuasa suara Kemendikbudristek dalam pilrek itu sebenarnya jauh lebih besar yakni 53%. Dia menyebutkan jika secara perhitungan pemilihan rektor sebenarnya 35/65 dikali jumlah senat.

"Kenapa 35/65 karena kan 100, harusnya 35% itu kan 35/100. Kalau dipersentasekan 35/65 itu jadi 53%," ujarnya, Jumat, 2 Desember 2022.

Dia berharap suara yang dominan tersebut digunakan sebaik-baiknya oleh kementerian untuk memilih calon rektor Unila. Dalam setiap pilrek pun pasti ada perwakilan dari Kemendikbudristek yang berjumlah tiga orang untuk memilih calon rektor.

"Dari tiga itu kita harapkan positive thinking, ya bagi rata saja gitu (suara menteri)," ujarnya.

Thoha juga berpesan kepada para anggota senat untuk memilih calon rektor dengan memperhatikan kualitas moral terlebih dahulu. "Masalah moral itu kan menyangkut masalah karakter. Nilai-nilai moral itu yang dilihat dan kita harapkan. Dan juga memiliki integritas serta rekam jejaknya tidak cacat," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar