#Pertanian

Pengamat: Jaminan Stabilitas Harga Gabah Jadi Peran Strategis Pemda

( kata)
Pengamat: Jaminan Stabilitas Harga Gabah Jadi Peran Strategis Pemda
Ilustrasi petani saat memanen gabah. Lampost.co/Ferdi Irwanda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat ekonomi Universitas Lampung (Unila), Asrian Hendicaya, mengatakan, menjaga kestabilan harga gabah menjadi tugas strategis pemerintah daerah. Menurutnya, permasalahan ini tidak cukup jika mengharap peran Badan Urusan Logistik (Bulog) yang memang terbatas.  

"Dalam hal ini memang permasalahan petani masih sangat harus dipikirkan pemerintah, khususnya di daerah. Karena untuk hal ini Bulog tidak berkaitan dengan pembelian, karena Bulog sudah masuk ranah bisnis. Ditambah kebijakan baru saat ini Bulog lebih mengarah ke penyerapan beras dibandingkan gabah," kata dia, Selasa, 16 Maret 2021.

Lebih lanjut ia mengatakan, meskipun turunnya harga gabah harus menjadi perhatian Pemda, namun Bulog juga harus ikut serta dalam memberikan dukungan dan pemahaman kepada petani.

"Seperti adanya upaya Bulog memberikan solusi dan pembinaan bagaimana agar serapan air dalam gabah tak tinggi di dalam musim penghujan, hal ini masuk dalam ketegori solusi yang baik dan bisa diikuti petani," ujarnya. 

Baca: Bulog Beri Solusi Soal Harga Gabah Petani

 

Menurutnya, dengan adanya pembinaan solusi gabah ini dapat menjadikan petani bisa menghadapi tiap musim dan tak lagi kaget akan kejadian seperti turunnya harga pascapanen.

"Petani saat ini harus bersabar sembari mengikuti perkembangan rencana Modern Rice Milling Plant (MRMP). Mudah-mudahan, dengan adanya program ini bisa memberikan solusi terbaik untuk petani," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, harga gabah di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Pesawaran yang semula harga gabah basah bisa dibanderol Rp500 ribu turun hingga Rp370 ribu per kuintal. Penurunan harga diduga dipengaruhi faktor cuaca. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar