#lampungterkini#beritalampung#beritalampungterkini#perppunomor2tahun2022tentangciptakerja#perppuciptakerja#liburpekerja

Pengamat Ekonomi: Peningkatan Produktivitas Bukan dengan Pemangkasan Jatah Libur

( kata)
Pengamat Ekonomi: Peningkatan Produktivitas Bukan dengan Pemangkasan Jatah Libur
Ilustrasi. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menetapkan waktu libur pekerja paling sedikit sehari dalam sepekan. Alasan pemangkasan libur guna menangkal resesi 2023.  

Pengamat ekonomi Universitas Lampung (Unila) Asrian Hendi Caya mempertanyakan adanya pemangkasan libur tersebut. Menurut dia, untuk menambah produktivitas tidak hanya dengan menambah jam kerja.

"Produktivitas tidak harus dengan menambah hari kerja. Intensifikasi kerja mengasah skill, bekerja dengan baik dan dukungan sarana prasarana serta disiplin untuk menambah produktivitas seseorang," katanya, Minggu, 8 Januari 2023.

Dia menambahkan Indonesia perlu meningkatkan produktivitas dengan penerapan teknologi dan skill. "Kemudian peningkatan profitabilitas dengan kelancaran mobilitas barang dan orang serta menghilangkan distorsi pasar, seperti pungli dan monopoli perdagangan," ujarnya.

Baca juga:  Ekspor Perikanan Lampung Terus Meningkat

Baginya, konteks resesi untuk negara maju adalah ketika harga gas dan BBM naik, sementara kebutuhan mereka tinggi mengingat ada musim dingin khususnya di Eropa.

"Krisis ekonomi menyebabkan permintaan turun, tapi untuk barang strategis sepertinya akan tetap stabil. Hasil bumi cenderung akan relatif stabil, kalaupun turun tidak drastis," ujarnya.

Dia menegaskan hal itu membuat tekanan ekonomi terhadap Indonesia tetap ada. Namun, tidak berat yang akan menimbulkan resesi.

"Kalaupun ada tekanan setidaknya akan menurunkan pertumbuhan yang sudah mulai naik setelah pandemi Covid-19," katanya.

Terakhir ia menyampaikan apalagi pemerintah telah menghapus PPKM sehingga mobilitas kembali normal. Dan, Indonesia masih bertumpu pada konsumsi yang memang jumlah penduduknya besar.

“Resesi atau tidak resesi yang paling penting produktivitas harus terus ditingkatkan. Indonesia kan nggak resesi," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar