#petanilampung#pertanian#ekbis#hargakaret

Pengamat: Alih Karet ke Palawija Langkah Aman di Tengah Pandemi

( kata)
Pengamat: Alih Karet ke Palawija Langkah Aman di Tengah Pandemi
Ilustrasi.Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co): Pengamat ekonomi Universitas Lampung Yoke Muelgini mengatakan bahwa dampak pandemi virus korona atau Covid-19 membuat harga karet di pasaran semakin terpuruk.

"Anjloknya harga karet memang telah dirasakan beberapa tahun terakhir. Menurut saya peralihan dari tanaman karet ke palawija merupakan langkah cari aman secara ekonomis," kata Yoke Muelgini kepada Lampung Post, Jumat, 3 Juli 2020.

Ia menambahkan komoditas karet dan sawit lebih rentan mengalami fluktuasi (naik/turun) harga.

"Menurut saya para petani memang tida kehabisan akal untuk mengambil kesempatan di tengah situasi seperti ini (Covid-19). Semua masyarakat harus pintar mengambil peluang," kata dia.

Lagi pula, lanjut dia, jika memang petani saat ini mengambil langkah untuk melakukan penanaman bibit lain seperti palajiwa cukup baik, karena struktur tanah di Provinsi Lampung seperti Lampung Selatan, Kotaagung, Pesawaran, dan Lampung Tengah cocok untuk penanaman (palawija).

"Tanah kita mendukung, selagi bisa dimanfaatkan tidak menjadi masalah," kata dia.

Ia mengatakan saat ini semua perkebunan karet sedang dialihkan ke tanaman palawija, terutama singkong dan jagung. Karena penurunan harga karet yang menjadikan petani memutuskan menanam tanaman lain.

"Kita tidak bisa mencegah bencana nonalam yang menimpa hampir seluruh dunia ini. Sehingga kita hanya bisa menunggu agar semua kembali normal kembali," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar