#korupsi#disdiklamsel#harusnyaditahan#beritalampung

Pengamat Menilai Kabid Disdik Lamesl Harusnya Ditahan 

( kata)
Pengamat Menilai Kabid Disdik Lamesl Harusnya Ditahan 
Ilustrasi (Google image)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pengamat Hukum Pidana Unila, Heni Siswanto, menilai setiap pelaku tindak pidana korupsi yang berstatus tersangka, harusnya ditahan oleh penyidik, baik kepolisian ataupun KPK.

Hal tersebut terkait perkara korupsi pengadaan alat olahraga di Dinas Pendidikan Lampung Selatan tahun 2016 dengan kerugian Rp1,08 miliar. Salah satu tersangka yang berstatus ASN yakni Yusmardi, Kabid di Disdik Lampung Selatan, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek tersebut.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Yusmadi dijerat dengan pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
"Berdasarkan KUHAP (red pasal 21 ayat 4), kalau ancaman 5 tahun, bisa ditahan, karena khawatir menghilangkan alat bukti, melarikan diri, atau mengulangi perbuatan yang sama, tindak pidana korupsi harusnya ditahan," ujarnya, Senin (6/5/2019).
Namun Heni menyatakan, bisa saja tersangka mengajukan penangguhan penahanan, sesuai haknya. Karenanya, penyidikan dan penyelidikan kasus ini harus transparan, apalagi sudah dipaparkan oleh KPK RI.

"Kita harus tahu juga sampai mana perkara itu, sudah era transparansi, cuma memang kita harus tahu, dalam penetapan tersangka ini, kan untuk kasus korupsi, bisa saja di split (pisah), jadi kita tahu seperti apa perkembangannya, apa memang sedang proses, atau bagaimana, itu Teknis," katanya.
Namun, Lampost.co belum bisa mengkonfirmasi perkembangan kasus tersebut, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Kombespol Subakti, tak bisa dihubungi dan tak berada di tempat.
Sementara Yusmardi, Kepala Bidang Bina Dinas Pendidikan Lampung Selatan pada Senin (6/5/2019) pagi masih masuk kerja meskipun, ia selaku PPK telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan peralatan olahraga SD tahun 2016.
"Tadi pagi ada dan sempat ketemu dengan Yusmardi," kata salah seorang ASN yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan Thomas Amirico, menyatakan dirinya juga sempat kaget begitu ada berita di media masa pada Minggu (5/5/2019), terkait perkara dilingkup Dinas Pendidikan Lamsel.

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar