#lampung#lamtim#hukum

Pengakuan Suami Pembunuh Istri

( kata)
Pengakuan Suami Pembunuh Istri
Sang pembunuh istri, Marius (43), beberapa saat sebelum konferensi pers di Mapolres Lamtim, Rabu, 13 November 2019. Lampost.co/Djoni Hartawan Jaya

Sukadana (Lampost.co) --Tersangka pelaku pembunuh istri, Marius (43), mengaku pembunuhan yang dilakukan terhadap istrinya Misnawati (34) dilakukan karena dipicu rasa cemburu. Sebab, sejak dua bulan terakhir sang istri Misnawati diduga telah berselingkuh ataumemiliki pria idaman lain (PIL).

PIL sang istri diduga pengemudi mobil travel yang sering mereka tumpangi jika pulang pergi dari Prabumilih, Sumsel, ke Desa Gunungagung, Kecamatan Sekampung Udik, atau sebaliknya.

Marius mengungkapkan hal itu kepada Lampost.co, Rabu, 13 November 2019, sebelum kegiatan konferensi pers di Mapolres Lamtim, Sukadana.

Menurut Marius, sejak dua bulan terakhir rumah tangganya memang sedang tidak harmonis. Ketidakharmonisan itu karena ulah istrinya yang diduga berselingkuh dengan pria lain.

Bahkan, sang istri membawa putranya yang berusia 2,5 tahun pulang ke rumah orang tuanya, Pasir Reso Waidi, di Desa Gunungagung, Kecamatan Sekampungudik.Sementara Marius tetap di Prabumulih, Sumsel.

Setelah dua pekan berada di rumah orang tuanya, Marius datang ke Desa Gunungagung pada Rabu sore, 6 November 2019.

Maksud kedatangan lelaki, warga Blok B Dusun II Desa Muara Emburung, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, Sumsel itu untuk menjemput putranya.Dia mendapat informasi dari tetangga istrinya selama dua pekan di rumah mertuanya, Misnawati jarang mengurus putranya.

“Karena itu pada Rabu sore saya datang ke rumah orang tua istri saya di Desa Gunungagung untuk menjemput anak saya dan membawanya pulang ke Prabumulih,” katanya.

Namun, keinginan yang disampaikan pada malam harinya sekitar pukul 21.30 WIB langsung ditolak istrinya. Akibatnya, mereka terlibat cekcok mulut.

Saat cekcok mulut itu, Misnawati menuju ke dapur mengambil pisau dan melarang Marius mendekat. Namun, meski dilarang, Marius tetap mendekat dan berusaha merebut pisau dapur stainless dengan menjatuhkan istrinya ke lantai.

Marius menginjak tangan istrinya dan merebut pisau tersebut. Selanjutnya dengan kalap Marius menikam tubuh istrinya tujuh kali, yaitu dua di dada, satu di bawah ketiak, dan empat di punggung.

Namun, dia mengaku hanya mengingat tiga tikaman pertama yang dilakukannya di dada dan bawah ketiak, sementara empat tikaman lagi di punggung tidak ingat.“Saya kalap sehingga yang saya ingat hanya tiga tikaman dua di dada dan satu di bawah ketiak istri saya. Sedangkan empat tikaman lagi di punggung saya tidak ingat lagi,” katanya.

Setelah menikam dan melihat tubuh sang istri bersimbah darah, Marius kemudian langsung kabur. Saat akan melarikan diri dengan sepeda motor, Misnawati sempat berusaha menahan suaminya dengan menggelayuti sepeda motor yang dinaiki Marius.

Namun upaya itu hanya sampai halaman depan rumah karena Misnawati jatuh lunglai dan tewas dengan tubuh bersimbah darah.

Ketika ditanya apakah menyesal telah membunuh istrinya Misnawati, Marius tidak menjawab, mulutnya hanya terdiam sementara pandangan matanya tampak kosong menatap ke halaman Mapolres Lamtim.

Akhirnya Marius yang sempat kabur dan setelah lima hari dikejar dapat diringkus petugas gabungan Resmob 308 Polres Lamtim dan Resmob 308 Polsek Sekampung Udik di wilayah Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim, Sumsel, pada Selasa, 12 November 2019. Kini tersangka berada di sel tahanan Mapolres Lamtim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.Tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara 15 tahun.

Muharram Candra Lugina

Berita Terkait

Komentar