#covid-19#korona

Pengakuan Mantan Penyintas Covid-19 Dua Kali

( kata)
Pengakuan Mantan Penyintas Covid-19 Dua Kali
Rektor IPB, Prof Arif Satria. Dok Antara


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rektor IPB Prof Arif Satria, menjadi salah satu penyintas yang terpapar covid-19 hingga dua kali. Serangan virus itu meski dia telah mendapatkan dua dosis vaksin.

Infeksi yang kedua ia terkonfirmasi terpapar mutasi Covid-19 varian Delta asal India. "Tetap waspada dengan varian baru, termasuk delta. Sekali lagi, karena varian Delta bisa escape dari antibodi pasca vaksinasi atau penyintas," kata dia.

Ia juga bercerita pernah melakukan swab antigen dan swab PCR pada waktu bersamaan. Hasil swab antigen negatif, tetapi 5 jam kemudian hasil PCR keluar dan ternyata positif. 

Ia menjelaskan, varian delta memiliki daya tular lebih cepat dan dia merasakan gejala lebih cepat dan lebih berat, seperti hilangnya penciuman, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, dan demam.

"Saya dirawat di RS BMC di Bogor 10 hari dengan kondisi saturasi stabil 94-99. Saya merasakan paparan varian delta ini lebih berat dari pada paparan Covid-19 tahun lalu," ungkapnya.

Namun, dia tetap ingat Ibnu Sina yang mengajarkan ketenangan sebagai separuh obat dan kepanikan menjadi separuh penyakit.

Sumber ketenangan utama dengan mengingat Allah Swt dan membangun prasangka positif atas musibah bagian dari cara menemukan ketenangan. Kekuatan pikiran akan makin membantu percepatan penyembuhan. 

"Semoga kita semua sehat walafiat selalu dan terus semangat menjaga kesehatan bersama. Jaga stamina, tingkatkan imun dan terus berdoa," imbaunya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar