#sidangPutusan#PPWI#WilsonLalengke

Pengadilan Negeri Sukadana Putuskan Wilson Lalengke Dipidana 9 Bulan

( kata)
Pengadilan Negeri Sukadana Putuskan Wilson Lalengke Dipidana 9 Bulan
Sidang putusan perkara pengerusakan papan bunga di Polres Lamtim di Ruang sidang Pengadilan Negeri Sukadana, Senin, 4 Juli 2022. Lampost.co/ Arman Suhada


Lampung Timur (Lampost.co)-- Dalam Sidang putusan tersangka kasus pengerusakan papan bunga di Polres Lamtim, Wilson Lalengke dipidana 9 bulan masa tahanan.

Sidang tersebut berlangsung di Ruang sidang Pengadilan Negeri Sukadana, sejak pukul 10.00--12.00 sementara terdakwa hadir secara virtual.

Hadir dalam persidangan tersebut Majelis Hakim yang diketuai Diah Astuti, dan Habi Hendarso selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta Ujang Kosasi selaku Kuasa Hukum.

JPU Habi Hendarso mengungkapkan Wilson Lalengke diputus selama 9 bulan sementara dua terdakwa lainnya yakni Edi Suryadi dan Sunarso diputuskan masing- masing 5 bulan.

“Sebelumnya Wilson dituntut 10 bulan, kemudian tadi putusan menjadi 9 bulan,” tambahnya.

Baca Juga : Wilson Lalengke Dituntut 10 Bulan Penjara

“Kami dalam hal inilah Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir dulu, apa langkah kami (selanjutnya). Apakah akan mengajukan upaya, atau seperti apa, nanti kami akan sampaikan kepada pimpinan terlebih dahulu," ujar Habi Hendarso usai sidang putusan, Senin 4 Juli 2022.

Sementara itu, Ujang Kosasih Kuasa Hukum Wilson Lalengke menyatakan, upaya banding ataupun yang lainnya adalah hak dari terdakwa.

"Namun di dalam konteks tadi kita baru saja dibacakan putusan atau vonis dengan Wilson Lalengke mendapat potongan satu bulan dari tuntutan JPU dan divonis 9 bulan. Lalu dua lainnya Edi dan Sunarso, dari tuntutan oleh JPU 8 bulan, divonis 5 bulan," jelasnya.

Menurutnya, dalam masa 7 hari ini, pihaknya akan mengkaji pertimbangan hukum dari hakim, apakah sesuai dengan aturan hukum atau tidak.

"Yang jelas Wilson Lalengke barusan menghubungi saya dan akan berlanjut, baik itu banding, kata upun PK (peninjauan kembali),” katanya.

Ujang Kosasih memeprtanyakan kenapa Wilson Lalengke mendapatkan potongan paling sedikit yakni hanya satu bulan, sedangkan 2 terdakwa lainya masing masing di potong selama 3 bulan.

"Hal yang memberatkan Wilson, kenapa lebih berat, karena ia adalah publik figur sebagai ketua umum PPWI yang memberatkan, dan melanggar kode etik," kata Ujang Kosasih.

Diketahui pasal yang dikabulkan oleh hakim pada sidang putusan yakni pasal 170 KUHP yakni, kekerasan dan pengerusakan terhadap barang.

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar