#amerikaserikat #joebiden #donaldtrump #pilpresas2020

Pengacara Trump: Kemenangan Biden Tak Akan Diakui

( kata)
Pengacara Trump: Kemenangan Biden Tak Akan Diakui
Presiden AS Donald Trump kalah dalam Pilpres AS. AFP


Washington (Lampost.co) -- Pengacara Presiden Donald Trump, Rudy Giuliani, menyebut petahana tak akan mengakui kemenangan Joe Biden. Dikutip dari CBS News, pengacara presiden mengungkapkan hal ini pada konferensi pers tak lama setelah Joe Biden diproyeksikan menjadi presiden ke-46 usai Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat.

"Dia tidak akan menyerah jika sedikitnya ada 600 ribu surat suara yang dipertanyakan," kata Giuliani di Philadelphia, Sabtu, 7 November 2020.

Dia mengklaim tanpa bukti surat suara dirusak di Pennsylvania. Daerah tersebut merupakan negara bagian yang memberikan suara penting dari electoral college bagi Biden.

Giuliani bergabung dengan tiga pemantau pemungutan suara yang mengklaim mereka dicegah untuk memantau proses penghitungan suara secara memadai. Giuliani mengatakan dia memiliki pernyataan dari 25 pemantau dan telah berbicara kepada 50 pemantau lainnya.

Menurut Giuliani, Trump berencana mengajukan beberapa tuntutan hukum federal dengan tuduhan "pencabutan hak untuk memeriksa secara seragam" surat suara.

Berita terkait: Trump Tegaskan Pilpres Masih Jauh dari Selesai

Dia menuduh "mesin Demokrat di Philadelphia" merusak penghitungan, dan "(merahasiakan) suara orang mati," di antara tuduhan tak berdasar lainnya.

"Menurut saya, seseorang dari Komite Nasional Demokrat mengirimkan catatan yang mengatakan jangan biarkan Partai Republik melihat surat suara yang masuk itu," kata Giuliani, lagi-lagi tanpa memberikan bukti apa pun.

Dia mengklaim perolehan suara Biden adalah bukti korupsi. Presiden Trump awalnya memimpin di Pennsylvania tetapi kehilangan keunggulan usai suara untuk Biden menanjak tinggi.

"Anda hanya tidak akan kehilangan prospek seperti itu tanpa korupsi," kata Giuliani, meskipun bukan hal yang aneh jika prospek awal bergeser karena semakin banyak suara yang dihitung.

Ditanya tentang seruan untuk Presiden terpilih Biden oleh jaringan berita besar, Giuliani mengejek media. Dia menuding media menyembunyikan "bias kebencian" terhadap Presiden Trump. "Jaringan tidak bisa memutuskan pemilihan, pengadilan yang melakukannya," katanya.

Medcom







Berita Terkait



Komentar