amerikapilpresbidentrump

Pengacara Trump Digugat Rp18 Triliun atas Kebohongan Pemilu

( kata)
Pengacara Trump Digugat Rp18 Triliun atas Kebohongan Pemilu
Mantan Wali Kota New York Rudy Giuliani. (AFP)


Washington (Lampost.co) -- Rudy Giuliani digugat USD1,3 miliar (setara Rp18 triliun) karena telah berbohong dengan mengatakan pemilihan umum presiden Amerika Serikat (AS) dicurangi. Pengacara mantan presiden Donald Trump itu digugat perusahaan teknologi penghitungan suara, Dominion Voting Systems.

 

Gugatan terhadap Giuliani dilayangkan pada Senin, 25 Januari. Giuliani pernah berkata bahwa perusahaan tersebut telah merugikan Trump dalam pemilu AS pada 3 November 2020.

"Mantan wali kota New York Giuliani dan sekutunya telah membuat dan menyebarkan kebohongan besar, menipu jutaan warga agar percaya bahwa Dominion telah mencuri suara mereka," kata perusahaan tersebut, dilansir dari Channel News Asia pada Selasa, 26 Januari 2021.

Dominion mengatakan Giuliani telah merusak reputasi mereka. Beberapa waktu setelah pemilu AS berakhir, Giuliani menuduh Dominion memanipulasi suara sehingga menguntungkan Joe Biden. Tuduhan dilayangkan tanpa bukti.

Giuliani merupakan pemimpin tim kuasa hukum Trump yang berusaha membalikkan hasil pemilu. Tim Giuliani mengklaim hasil pemilu AS tidak sah karena dicurangi.

Namun, putusan pengadilan di beberapa negara bagian dan federal, dan juga di level Kongres AS, menolak klaim kecurangan yang dilontarkan tim Trump.

Ini merupakan gugatan hukum kedua yang dilayangkan Dominion. Sebelumnya pada 8 Januari lalu, Dominion menggugat pengacara kampanye Trump lainnya, Sidney Powell.

Seperti Giuliani, Powell juga digugat sebesar USD1,3 miliar karena atas tuduhan menyebarkan teori konspirasi mengenai pemilu AS.

Winarko







Berita Terkait



Komentar