#Kerugian#korupsi#pesawaran

Pengacara Terdakwa  Sebut Tidak Ada Kerugian dalam Pembangunan RSUD Pesawaran

( kata)
Pengacara Terdakwa  Sebut Tidak Ada Kerugian dalam Pembangunan RSUD Pesawaran
Pengacara dua terdakwa korupsi RSUD Pesawaran,Akhmad Handoko. Lampost.co/Ahmad Amri

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengacara dua terdakwa korupsi RSUD Pesawaran, Akhmad Handoko akan beradu dengan Jaksa dalam sidang mengenai kerugian yang tercantum di berkas penyelidikan, kepolisian Rp4,8 miliar, yang melibatkan kliennya, Raden Intan dan Taufiqurrahman. 

Akhmad Handoko,mengatakan bahwa hasil pemeriksaan saksi ahlinya, tidak ada kerugian yang ditimbulkan dalam proyek pembangunan RSUD Pesawaran,  lantai II dan III tahun 2018 senilai Rp33 miliar.

"Ini pelimpahan tahap ke dua ke Kejati, kedua klien kami yaitu Raden Intan dan Taufiqurrahman. Dalam penyelidikan kepolisian menyatakan ada kerugian empat miliar, menurut perhitungan dari kami tidak ada kerugian negara,"kata Akhmad Handoko, Rabu, 15 Januari 2020.

Dia menjelaskan, berdasarkan perhitungan ahli dari pihaknya, tidak ada kerugian negara, meskipun dari pihak penyidik menyebutkan adanya kerugian negara  senilai Rp4,8 miliar.

"Berdasarkan keterangan ahli dari pihak kami menyebutkan tidak ada kerugian negara. Nanti akan kami sampaikan dan buktikan dalam persidangan sesuai bukti bukti yang kami miliki,"ujarnya.

Dalam proyek pembangunan lantai II dan III RSUD Pesawaran, tahun 2018 senilai Rp33 miliar, tersangka Raden Intan (RI) pejabat pembuat komitmen (PPK) merangkap PNS Dinas Kesehatan Pesawaran dan Taufiqurrahman (TQ) selaku kontraktor.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar