#pencabulan

Pengacara Pencabul Siswi SD Ajukan Pleidoi atas Tuntutan Jaksa

( kata)
Pengacara Pencabul Siswi SD Ajukan Pleidoi atas Tuntutan Jaksa
Terdakwa pencabulan terhadap tiga siswi SD saat keluar usai menjalani sidnag tertutup di PN Tanjungkarang, Kamis, 13 Februari 2020. Lmapost.co/Zainuddin

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kasus dugaan pencabulan terhadap tiga siswi SD memasuki sidang tuntutan di Pengadilan negeri (PN) Tanjungkarang Kelas 1A, Bandar Lampung, Kamis, 13 Februari 2020. Terdakwa Hasan Basri (52), warga Gulakgalik, Telukbetung Utara, Bandar Lampung, dituntut 15 tahun penjara.

Jaksa Salahudin mewakil Jaksa Eka Aftarini usai sidang yang digelar tertutup mengatakan terdakwa terbukti mencabuli tiga siswi SD. "Saya mewakili Jaksa Eka Aftarini. Terdakwa dituntut 15 tahun penjara," kata Salahuddin.

Dalam dakwaan, terdakwa mencabuli tiga siswi SD di dalam kamar rumahnya di Kelurahan Gulakgalik, Telukbetung Utara, antara April dan Mei 2019. "Terdakwa mencium pipi ketiga korban secara bergantian, kemudian menindih korban dan mencabuli korban menggunakan tangannya. Kemudian memberi uang Rp2.000—Rp5.000 agar korban tidak memberi tahu perbuatannya," ujarnya.

Perbuatannya terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 82 Ayat (1) UU No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Sementara itu, pengacara terdakwa, Putri Septia usai sidang  mengatakan pihaknya akan mengajukan pleidoi atas tuntutan jaksa. "Pada sidang berikutnya,  pada Kamis mendatang, akan dilakukan penyampaian pleidoi atas tuntutan jaksa ini," katanya.

Dia mengatakan sampai sejauh ini kliennya tidak mengakui mencabuli ketiga siswi SD. "Klien kami tidak pernah mengakui perbuatannya karena dalam BAP polisi, klien kami hanya disuruh tanda tangan oleh penyidik," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar