#UNILA

Pengacara Andi Desfiandi Minta KPK Tetapkan Warek II Jadi Tersangka

( kata)
Pengacara Andi Desfiandi Minta KPK Tetapkan Warek II Jadi Tersangka
Gedung Rektorat Universitas Lampung. Dok. Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) – Resmen Kadhafi, pengacara Andi Desfiandi, terdakwa kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Lampung (Unila) tahun 2022, meminta agar KPK menetapkan Wakil Rektor II Unila, Asep Sukohar sebagai tersangka.

Resmen Kadhafi menuding Asep berbohong ketika memberi kesaksian dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, pekan lalu.

Dalam kesaksiannya, Asep Sukohar menyebut uang sebesar Rp150 juta dari orang tua calon mahasiswa Unila diperuntukkan untuk dana kesehatan Muktamar NU.

"Dari hasil penelusuran kami, bahwa Muktamar NU itu berlangsung pada akhir Desember 2022, sedangkan pengumuman penerimaan mahasiswa Unila Juli 2022," kata dia.

Sehingga ada jarak waktu sekitar enam bulan. Sedangkan pernyataan Asep Sukohar, ia menggunakan uang tersebut setelah penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Unila 2022.

"Ya kalau berbohong di persidangan banyak  kemungkinan, pertama ia sudah menerima uang duluan, kedua memang setiap tahun membawa calon mahasiswa," kata dia.

Maka dari itu, Resmen Khadafi mendorong agar KPK segera menetapkan Asep Sukohar sebagai tersnagka. Sebab menurutnya, pernyataan Asep didakwaan berbeda dengan kesaksian.

Selain itu, ia juga menilai Asep Sukohar berbohong tentang Andi Desfiandi yang meminta tolong berkali-kali ke rumahnya. Padahal hanya sekali, itupun melalui pesan singkat WhatsApp.

"Yang aneh lagi, Asep Sukohar tidak tahu kalau menerima hadiah atau janji melanggar undang-undang Tipikor. Padahal dia orang yang berpendidikan," kata dia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar