#DPJBLAMPUNG#BERITALAMPUNG

Penerimaan Pajak Lampung Tumbuh 26,58 Persen

( kata)
Penerimaan Pajak Lampung Tumbuh 26,58 Persen
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, M.Dody Fachrudin di ruang kerja, Senin, 1 Agustus 2022. (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penerimaan perpajakan provinsi Lampung per tanggal 30 Juni 2022 naik signifikan. Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2021 (y-o-y), penerimaan pajak Lampung mengalami pertumbuhan 26,58%.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, M.Dody Fachrudin, menjelaskan, kenaikan terbesar disumbang dari penerimaan Bea Keluar yang naik sebesar Rp0,601 triliun (77,33%). Secara total realisasi pendapatan Provinsi Lampung mencapai Rp5,37 triliun yang terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp4,86 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp0,51 triliun. 

Adapun kontribusi penerimaan pajak berasal dari Pajak Penghasilan Nonmigas Rp2,01 triliun, Pajak Pertambahan Nilai Rp1,2 triliun, Pajak Bumi dan Bangunan Rp11 miliar, Pajak Lainnya Rp62,75 miliar, dan Pajak Perdagangan Internasional Rp1,58 triliun. 

Sedangkan kinerja APBN pada sisi belanja, realisasi mencapai  Rp14,089 triliun, realisasi tersebut didorong oleh kontribusi belanja pegawai yaitu sebesar Rp1,77 triliun, belanja barang Rp1,1 triliun dan Belanja Modal Rp0,37 triliun serta Belanja Bantuan Sosial Rp14,69 miliar. 

Jika dibandingkan periode sebelumnya, terjadi kontraksi sebesar 11,06 persen (y-o-y) yang disebabkan oleh belum optimalnya belanja barang dan modal yang realisasinya baru mencapai 32,84 persen dan 19,54 persen. Khusus untuk belanja transfer ke daerah telah direalisasikan sebesar Rp9,72 triliun atau turun 3,36 persen, dibandingkan kinerja tahun lalu karena alokasi dana perimbangan yang diterima pemerintah daerah se-Lampung berkurang ketimbang 2021.

Pertumbuhan positif hanya terjadi pada belanja dana desa yang mengalami kenaikan realisasi yang cukup signifikan dibandingkan 2021 yakni mencapai 12,85 persen atau sebesar Rp1,11 triliun. 

”Kinerja pendapatan perpajakan (APBN) naik signifikan. Hal ini menunjukkan geliat roda perekonomian di Lampung berjalan on track. Tentunya pertumbuhan ekonomi akan semakin atraktif apabila kinerja belanja menunjukkan kinerja yang juga positif. Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh satuan kerja pengelola APBN maupun SKPD pengelola APBD, untuk mendorong belanja lebih kuat pada semester 2 tahun ini,” kata Dody, melalui keterangan tertulis yang diterima, Senin, 1 Agustus 2022.

Baca juga: Pemprov Targetkan Penerimaan Pajak di Lampung Capai 98%

Menurutnya, kanwil DJPb Provinsi Lampung, siap memberikan asistensi agar belanja pemerintah semakin baik dan optimal. ”Sinergi yang baik dengan seluruh satker maupun Pemda, akan mendorong perekonomian semakin bertumbuh yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung,” ujar Dody.

Adapun untuk kinerja APBD di seluruh pemda provinsi/kota/kabupaten se- Lampung, realisasi pendapatan semester I tahun 2022 sebesar Rp11,1 triliun, sedangkan realisasi belanja sebesar Rp9,37 triliun. Belanja pemerintah melalui APBN dan APBD, memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, semakin baik perencanaan belanja, semakin tepat menentukan proyek prioritas, akan semakin mendorong geliat perekonomian Lampung. 

Untuk itu, seluruh proyek-proyek yang dilaksanakan di Provinsi Lampung, baik yang dibiayai oleh APBN maupun APBD, harus menggunakan tenaga kerja dan bahan baku lokal. Tujuannya tidak lain untuk menyerap tenaga kerja, mendorong usaha lokal bertumbuh dan tentunya menekan tingkat pengangguran dan kemiskinan. 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar