#pajak#apbn

Penerimaan Pajak 2021 Diprediksi Tak Capai Target

( kata)
Penerimaan Pajak 2021 Diprediksi Tak Capai Target
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan penerimaan pajak tahun ini hanya sebesar Rp1.142,5 triliun. Artinya, penerimaan pajak hanya akan mencapai 92,9 persen atau kurang (shortfall) Rp87,1 triliun dari target APBN 2021 sebesar Rp1.229,6 triliun.

Ia mengatakan penurunan penerimaan pajak itu salah satunya disebabkan menurunnya aktivitas ekonomi akibat pembatasan masyarakat. Menurut dia, kemunculan covid-19 varian delta di kuartal III akan terlihat pengaruhnya pada semester II tahun ini.

"Karena dia mulainya di Juli-Agustus ini mungkin akan terpukul karena varian delta yang kami perkirakan akan menyebabkan pajak juga terefleksikan," kata dia dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Senin, 23 Agustus 2021.

Perkiraan Sri Mulyani ini berbeda dengan yang disampaikan sebelumnya pada Juli 2021. Saat itu, Sri Mulyani memperkirakan penerimaan pajak tahun ini bisa mencapai 95,7 persen dari target atau hanya kurang Rp53,3 triliun dengan tumbuh 9,7 persen.

"Meskipun dilihat penerimaan pajak diperkirakan 92,9 persen dari target, tetapi masih tumbuh positif 6,6 persen. Tapi tidak setinggi yang semester I-2021," ungkapnya.

Sementara itu, penerimaan bea cukai tahun ini diproyeksikan mencapai 108,6 persen dari target atau sebesar Rp233,4 triliun. Hingga semester I-2021, penerimaan bea cukai tercatat sebesar Rp122,2 triliun atau 56,9 persen dari target sebesar Rp215 triliun.

Untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diperkirakan realisasinya mencapai Rp357,2 triliun, lebih Rp59 triliun atau 119,8 persen dari target Rp298,2 triliun. PNBP tercatat sudah Rp206,9 triliun atau 69,4 persen dari target sampai dengan semester I-2021.

 

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar