#lampung

Penerima STB Kabupaten/Kota Diminta segera Verifikasi DTKS

( kata)
Penerima STB Kabupaten/Kota Diminta segera Verifikasi DTKS
Warga secara simbolis menerima perangkat Set Top Box (STB) bantuan pemerintah untuk rumah tangga miskin beberapa waktu lalu. (Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung mengimbau pemerintah kabupaten/kota dapat melakukan verifikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai kriteria penerima Set Top Box (STB) dalam program Analog Switch Off (ASO). 


Adapun STB ASO merupakan program pemerintah untuk peralihan televisi analog menuju televisi digital. Pendataan itu dilakukan di 10 daerah pertama penerima program. 

"Provinsi Lampung program di tahap satu ada tujuh daerah, sementara di tahap kedua ada tiga daerah. Adapun kami selalu pemerintah provinsi mendorong kabupaten/kota yang sudah masuk dalam ASO baik tahap satu maupun dua menyiapkan data," kata Kepala Dinas Diskominfo Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, melalui telepon, Jumat, 3 Juni 2022. 

Ia mengimbau pemerintah daerah segera memastikan kesesuaian DTKS dan kriteria penerima bantuan STB. Sehingga dari 10 daerah di Lampung yang terakomodir untuk penerapan ASO dapat terdata lengkap. 

"Untuk tahapan pertama dalam program ini Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran, Pringsewu, Bandar Lampung, dan Kota Metro yang harusnya dimulai 30 April," ujar Ganjar.

Selanjutnya, pada tahap kedua Pemprov Lampung telah mendata ada tiga daerah yakni Lampung Utara, Waykanan, dan Tulangbawang Barat yang akan dimulai pada 25 Agustus 2022.

"Adapun lima daerah lainnya, Pesisir Barat, Lampung Barat, Mesuji, Tulangbawang, dan Tanggamus belum masuk dalam jangkauan ASO yang digelar dalam tiga tahap tahun ini, namun akan kami terus proses," kata Ganjar. 

Sementara terkait pemeriksaan DTKS terdapat sejumlah kriteria, sehingga harus dilakukan dengan teliti. Tiga kriteria tersebut yaitu masuk rumah tangga miskin, wilayah penerima masuk dalam jangkauan siaran digital, dan penerima bantuan memang belum memiliki tv digital harus diteliti.

"Sehingga kami harapkan nantinya program ini benar-benar menyentuh masyarakat yang memang seharusnya menerima ini," ujar Ganjar. 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar