#beritalampung#beritalampungterkini#bltdd#danadesa#kemiskinanekstrem

Penerima BLT Dana Desa 2023 Harus Memenuhi 4 Kriteria

( kata)
Penerima BLT Dana Desa 2023 Harus Memenuhi 4 Kriteria
Musyawarah rencana pembangunan Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, untuk penyusunan dan penetapan program pembangunan tahun anggaran 2023 di balai desa setempat, Senin, 14 November 2022. Lampost/Perdhana Wibysono


Kalianda (Lampost.co) -- Penerima program bantuan langsung tunai (BLT) kemiskinan ekstrem yang bersumber dari dana desa 2023 harus memenuhi empat kriteria. Pertama keluarga penerima manfaat (KPM) BLT kemiskinan ekstrem, yakni pendapatan kurang dari Rp500 ribu/bulan, kedua punya penyakit kronis atau menahun, ketiga lanjut usia (lansia), dan terakhir difabel.

Hal tersebut terungkap dalam musyawarah rencana pembangunan Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, untuk penyusunan dan penetapan program pembangunan tahun anggaran 2023 di balai desa setempat, Senin, 14 November 2022.

Koordinator pendamping desa Kecamatan Sidomulyo, Syaifudin, menjelaskan ada perubahan kriteria KPM program BLT DD dan besaran anggaran.  "Karena bukan BLT dampak dari pandemi Covid-19," katanya.

Baca juga: Warga Sabahbalau Buka Jalan dan Bersihkan Area Pembangunan Musala   

Dia menjelaskan kriteria pertama merupakan keluarga sangat miskin dengan penghasilan kurang dari Rp12 ribu/hari atau Rp500 ribu/bulan. "KPM BLT DD yang belum mendapatkan program bansos lainnya," ujarnya.

Kriteria kedua, salah satu anggota keluarganya ada yang memiliki penyakit kronis atau menahun sehingga berhak mendapatkan bantuan sosial tersebut. "Bantuan diberikan khusus kepada anggota yang sakit," ujarnya.

Selanjutnya, kepala keluarga (KK) tunggal yang sudah lanjut usia, sedangkan kriteria keempat anggota keluarga ada yang difabel atau individu berkebutuhan khusus.

"Ini yang harus diketahui warga agar tidak terjadi salah paham mengenai kriteria KPM," kata dia.

Besaran pagu BLT kemiskinan ekstrem menurun menjadi maksimal 25% dibandingkan tahun sebelumnya yang 40% dari dana desa. “Untuk besaran diterima belum tertuang dalam permendes, tapi kemungkinan sama Rp300 ribu per bulan," ujarnya.

Kepala Desa Suak, Juli Wahyudin, menjelaskan usulan KPM akan diverifikasi kecamatan dan pendamping desa. "Setelah diusulkan, nanti diverifikasi terlebih dahulu," katanya.

Pemdes Suak juga menganggarkan dari dana desa untuk penanganan dan penurunan stunting, mitigasi bencana, serta ketahanan pangan dan hewani. "Penangan stunting sudah menjadi program nasional yang dimulai dari desa," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar