#covid-19Lampung#TesPCR

Penerapan Tarif Tes PCR Dinilai Membantu Warga

( kata)
Penerapan Tarif Tes PCR Dinilai Membantu Warga
Petugas kesehatan laboratorium melakukan uji specimen. Dok Kemenkes


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung kebijakan dari pemerintah terkait batas tarif tertinggi pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Adanya kebijakan tersebut membantu masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan di tengah pandemi covid-19.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung, Subadra Yani Moersalin mengatakan bahwa pihaknya menyimak adanya kebijakan pemerintah mengenai batas tarif biaya RT-PCR di Lampung. Ia mengatakan sarana kesehatan yang memiliki layanan RT-PCR wajib mengikuti kebijakan tersebut.

"Penetapan harga dari pemerintah itu harus dilaksanakan oleh sarana kesehatan yang punya kelengkapan soal RT-PCR. Ikuti tarif tertinggi sesuai ketentuan supaya masyarakat terbantu dari sisi biaya," katanya kepada Lampost, Kamis, 19 Agustus 2021.

Kemudian ia juga menilai sarana kesehatan wajib melayani masyarakat dengan baik. Ia juga berpendapat bila masih bisa diturunkan biaya lebih baik karena sangat membantu masyarakat yang ingin mengetahui apakah terpapar covid-19 atau tidak.

"YLKI memandang masih bisa dibawah harga tertinggi itu. Kalau bisa di harga Rp.350 ribu supaya masyarakat betul betul mendapat keringanan biaya dan sisi lain mendorong supaya tes PCR ini bisa dilakukan oleh masyakat dengan cepat," katanya.

Sebelumnya Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Abdul Kadir menandatangani surat edaran mengenai batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR termasuk pengambilan swab. Untuk Jawa - Bali harga disepakati sebesar Rp.495.000,- sementara untuk di Luar Jawa - Bali sebesar Rp.525.000,-. Kebijakam tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/2845/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR.

Biaya tes PCR ini hanya berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan atas permintaan sendiri/mandiri. Batas tarif tertinggi tersebut tidak berlaku untuk kegiatan penelusuran kontak (contact tracing) atau rujukan kasus covid-19 kerumah sakit yang penyelenggaranya mendapat bantuan pemeriksaan RT-PCR dari pemerintah atau merupakan bagian dari penjaminan pembiayaan pasien covid-19.

Metode pemeriksaan RT-PCR merupakan salah satu jenis metode Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) yang saat ini dipergunakan oleh rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas lain yang ditetapkan oleh menteri sebagai standar utama konfirmasi diagnosis Covid-19.

Untuk menguji specimen Covid-19 di Bandar Lampung meliputi UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah Lampung, RSUD Abdul Moeloek Lampung, BBPOM Bandar Lampung, RS Urip Sumoharjo, RS Imanuel Bandar Lampung, dan Laboratorium Intibios Lampung.

Winarko







Berita Terkait



Komentar