koronacovid-19prokes

Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar Induk Pringsewu Kendur

( kata)
Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar Induk Pringsewu Kendur
Sejumlah pengunjung Pasar Induk Pringsewu mengabaikan social distancing dan tidak memakai masker, Kamis, 10 Desember 2020. Lampost.co/Adi Sunaryo


PRINGSEWU (Lampost.co) -- Penerapan protokol kesehatan di Pasar Induk Pringsewu mengendur. Padahal penerapan protokol kesehatan sebagai langkah menekan penyebaran dan penularan virus korona (covid-19) wajib dilakukan. Apalagi Pasar Induk Pringsewu merupakan pasar tujuan utama masyarakat Pringsewu dan sekitarnya untuk berbelanja.

Pantauan Lampost.co di lokasi, Kamis, 10 Desember 2020, siang, kendurnya penerapan protokol kesehatan terlihat dari terabaikannya tempat mencuci tangan pada sisi bagian muka pasar atau sisi utara dengan wadah air yang kosong. Begitu pula dengan sabun cair hanya tersedia wadah tanpa ada isinya.

Pada sisi bagian timur, barat, dan selatan pasar tidak terdapat tempat mencuci tangan yang disediakan oleh pengelola pasar maupun dinas terkait yang menangani wabah covid-19. Namun, sejumlah toko atau lapak menyediakan galon berisi air dan sabun piranti mencuci tangan pengunjung yang datang berbelanja.

"Iya kita berinisiatif menyediakan tempat mencuci tangan sendiri. Agar pembeli yang datang bisa mencuci tangan dulu sebelum berinteraksi dengan kami," kata Ningsih, penjual busana di pasar setempat.

Tidak hanya itu, pada kegiatan jual beli, interaksi antara penjual dan pengunjung pasar juga tidak menerapkan jaga jarak atau social distancing. Banyak penjual maupun pengunjung pasar yang tidak memakai masker, atau hanya memakai masker untuk hiasan dagu.

"Iya, karena tidak terbiasa pakai masker. Terkadang kelupaan membawa masker pas mau keluar belanja di pasar," kata Dita, saat ditemui Lampost.co tidak mengenakan masker.

Hal itu bertolak belakang dengan program gerakan 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan menjaga jarak) yang digencarkan oleh Satgas Covid-19 Nasional melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

Winarko







Berita Terkait



Komentar