penemuanmayatlampungselatan

Warga Tridarayoga Geger Penemuan Mayat Tinggal Tulang

( kata)
Warga Tridarayoga Geger Penemuan Mayat Tinggal Tulang
Jajaran Polsek Penengahan saat mengevakuasi tulang belulang mayat tanpa identitas di pantai Desa Tridarmayoga, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Kamis, 14 November 2019. Lampost/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co) Penemuan mayat yang tinggal tulang belulang menghebohkan warga Desa Tridarayoga Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Kamis, 14 November 2019, sekitar pukul 11.30 WIB. Sosok mayat yang diduga berjenis kelamin lelaki terdampar di pinggir pantai desa setempat. 

Mayat yang kondisinya tinggal tulang belulang dan hilang sebagian anggota badan ini belum diketahui apakah korban kejahatan atau kecelakaan. Pantauan Lampost.co, Kapolsek Penengahan AKP Hendra Saputra memimpin langsung proses evakuasi mayat separo badan dan tinggal tulang belulang itu  dengan mobil ambulans Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Ketapang, untuk dibawa ke RSUD Bob Bazzar Kalianda.

"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap temuan mayat di pantai Desa Tridarmayoga. Saat ditemukan,  kondisinya tidak utuh lagi karena mulai dari perut sampai kepala sudah hilang. Untuk itu mayat tersebut kami bawa ke RSUD Bob Bazzar untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Kapolsek.

Terpisah, Kepala Desa Tridarmayoga, I Made Ardana, menjelaskan sosok mayat tinggal tulang belulang itu pertama kali ditemukan dua warganya yang hendak melihat tanaman rumput laut di pinggir pantai.  Temuan mayat secara tidak sengaja Wayan Badre (45) dan Wayan Sudi (50) itu kemudian dilaporlan ke pemerintah desa.

"Mendapat laporan itu, kami langsung menghubungi Pak Kapolsek. Dan tak seberapa lama Pak Kapolsek turun ke lokasi untuk mengevakuasi mayat tersebut," katanya.

Mayat yang belum diketahui jenia kelaminnya itu diduga sudah berumur. Diperkirakan mayat tersebut sudah meninggal setengah bulan yang lalu.

Kades menyatakan mayat tersebut bukan warga Desa Tridatmauoga atau sekitarnya. Sebab, selama ini belum mendengar kabar dari warga yang kehilangan sanak saudara. 

"Enggak ada yang kehilangan keluarga di kampung ini maupun kampung tetangga," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar