ingatpesanibupakaimaskercucitanganjagajarak

Penegakkan Hukum di Tengah Pandemi Terapkan 3M

( kata)
Penegakkan Hukum di Tengah Pandemi Terapkan 3M
Ilustrasi: Medcom.id

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Tinggi Lampung memastikan penegakkan hukum terus berlanjut meski di tengah pandemi covid-19. Penegakkan hukum itu menurutnya berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 3M.

Kasi Penkum Kejati Lampung Handrie W Setiawan mengatakan protokol kesehatan 3M dimaksud adalah memakai masker, menjaga jarak atau menghindari kerumunan, serta mencuci tangan. Hal ini telah menjadi komitmen kejaksaan untuk andil memerangi penyebaran covid-19.

"Butuh komitmen bersama dalam pencegahan penyebaran virus korona. Komitmen itu juga harus mulai dari diri sendiri, kemudian tempat kita bekerja sehari-hari, serta lingkungan," kata Kasi Penkum Kejati Lampung Handrie W Setiawan, Jumat, 16 Oktober 2020.

Ia menjelaskan, kantor Kejaksaan Tinggi Lampung sama dengan kator yang lain dakan menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan diterapkan secara ketat, seperti mencuci tangan, wajib pakai masker, dan menjaga jarak. "Kejati juga menerapkan hal yang sama, jaga jarak, wajib pakai masker, di setiap gedung kita siapkan tempat untuk mencuci tangan," kata dia.

Lebih lanjut mantan Kasi Intel Kejari Bandar Lampung ini mengatakan, di setiap ruang pemeriksaan juga diberi kaca mika pembatas antara penyidik dengan yang diperiksa. Artinya protokol kesehatn sudah dilaksanakan. "Di bagian pemeriksaan kita lengkapi dengan kaca mika pembatas antara penyidik dengan yang diperiksa," katanya.

Selain itu kata Andrie, untuk seluruh pegawai kejaksaan tinggi juga sudah dilakukan rapid test, dan untuk swab test dilaksnkn bagi pegawai yang reaktif. Hal ini juga termasuk upaya serius Kejati Lampung mencegah adanya klaster perkantoran di lingkunan kejaksaan.

"Kami tidak lagi gunakn bilik disinfektan seperti yang di pengadilan, tetapi begitu masuk di depan pos satpam wajib pemeriksaan suhu tubuh, cuci tangan di tempat yang telah disediakan. Ini wajib tanpa terkecuali bagi siapa saja yang masuk ke kejati," katanya.

Ditempat berbeda, penerapan protokol kesehatan atau 3M di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang terus dilakukan. Bahkan, secara keseluruhan pegawai dan hakim yang ada di pengadilan terbesar itu telah dilakukan rapid test dan swab test. Hal ini untuk mengantisipasi tidak adanya penyebaran virus korona di lingkungan pengadilan.

"Untuk mencegah penyebaran Covid-19 mulai dari depan gedung kami sudah memasang sepanduk atau bener supaya memakai masker (wilayah wajib masker). Kemudian, menjelang masuk pintu utama disiapkan tempat cuci tangan beserta sabun cair, hand sanitizer. Kami juga masih ada bilik disinfektan," kata Hakim Hendri Irawan sekaligus Humas PN Tanjungkarang.

Ia menambahkan, di bagian meja PTSP (bagian informasi,red) juga diberi pembatas antara pengguna jasa pengadilan dan petugas supaya tidak kontak langsung. Lalu, di setiap ruang sidang juga disiapkan hand sanitizer untuk pengguna jasa atau pun majelis hakim.

"Setiap pintu masuk juga sudah kita siapkan hand sanitizer, tempat absensi juga sudah ada. Pembagian masker untuk masyarakat sekitar dan pengunjung juga pernah dilakukan, " kata Hendri.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar