#persidangan#feeproyek#beritalampura#korupsi

Penegak Hukum Kembali Disebut Terima Uang Fee Proyek Lampura

( kata)
Penegak Hukum Kembali Disebut Terima Uang Fee Proyek Lampura
Suasana persidangan lanjutan kasus fee proyek Lampung Utara. Lampost.co/Febi Herumanika

Bandar Lampung (Lampost.co): Yulias Dwiantoro mantan Kabid Bina Marga PUPR Lampung Utara mengaku memberikan sejumlah uang kepada penegak hukum dalam sidang lanjutan perkara korupsi yang menjerat bupati nonaktif Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Senin, 9 Maret 2020.

Yulias dalam dalam sidang itu mengatakan tujuan pemberian uang itu untuk kepentingan lain Agung Ilmu Mangkunegara.

Di persidangan Yulias mengakui tidak mengetahui peruntukan fee proyek 20 persen dari nilai pagu paket proyek. Secara tidak langsung Yulias juga mengakui adanya sejumlah dana yang mengalir ke pihak lain.

Menurutnya dia pernah menghubungi beberapa orang, namun siapa orang itu dia tidak mengetahui secara persis, karena dia mengaku hanya diperintah oleh Syahbudin.

"Pak Syahbudin langsung, saya hanya temani dan pernah Pak Syahbduin menyerahkan ke saya dan saya yang memberikan," katanya.

Jaksa KPK Iksan mempertanyakan didalam BAP, dari mana asal uang yang diserahkan kepada Agung Ilmu Mangkunegara. Saksi lantas menjawab dari dan diserahkan langsung oleh Syahbudin.

JPU pun menanyakan terkait kepentingan lain dalam BAP soal keterangan Yulias terkait fee proyek 20 persen yang diterima Syahbudin melalui Helmi, Fria, dan Iko yang diserahkan ke Agung Ilmu Mangkunegara maupun kepentingan lain Agung.

Yulias pun mengaku tak paham. Di persidangan Yulias juga mengaku pernah menerima titipan sejumlah uang dari rekanan hingga Rp100 juta. "Eggak paham, setiap diminta nemenin saya jalan dan saya sampaikan," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar