#ODHA#Lampura#beritalampung#kesehatan

Penderita ODHA di Lampung Utara  Meningkat Jadi 74 Orang

( kata)
Penderita ODHA di Lampung Utara  Meningkat Jadi 74 Orang
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Lampung Utara, M Yusuf,(Foto:Lampost/Yudhi)


KOTABUMI (Lampost.co)--Jumlah angka penderita orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Lampung Utara bertambah. Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Lampung Utara, M Yusuf, di ruang kerjanya, Kamis (1/2/2018), mengatakan selama 2017 sampai Januari 2018, tercatat ada tiga warga Lampura positif terinfeksi virus HIV/AIDS. 
Saat ini penderita mendapat pendampingan atau konseling untuk menguatkan kondisi kejiwaan mereka. "Pasien yang positif terinfeksi HIV/AIDS saat ini mendapat pendampingan untuk menstabilkan kondisi mental mereka," ujarnya.
Di Lampung Utara, merujuk data jumlah ODHA mulai 2014—2016, ada 71 penderita dan di 2017 ada penambahan tiga penderita. Berarti total jumlah ODHA di Lampura tercatat 74 penderita.
Menyoal langkah pencegahan, sejauh ini sebatas sosialisasi dan imbauan bagi masyarakat maupun pelajar mengenai bahaya HIV/AIDS yang ditularkan melalui perpindahan cairan tubuh, seperti sperma, darah, maupun air susu. "Upaya untuk pencegahan penyebaran HIV/AIDS di Lampura saat ini masih sebatas sosialisasi maupun imbauan di pusat-pusat layanan kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas, maupun di sekolah-sekolah," kata Yusuf.
Upaya penanganan bagi penderita ODHA saat ini belum dapat dilakukan di rumah sakit yang ada di Lampung Utara. Sebab obat untuk mencegah penyebaran virus dan klinik visiting hanya ada di RSUDAM Bandar Lampung.
"Penanganan ODHA masih dilakukan di RSUDAM Bandar Lampung. Pada 2018, klinik visiting bagi penderita ODHA telah dibangun di Puskesmas Candirejo, Kabupaten Lampung Tengah, dan mereka (penderita ODHA) dapat mengambil obat di sana," kata Yusuf. 

Yudhi Hardianto







Berita Terkait



Komentar