#lampungutara#katarak#lampung

Penderita Katarak Bersyukur Dapat Operasi Gratis

( kata)
Penderita Katarak Bersyukur Dapat Operasi Gratis
Ansori (67), warga Dusun 5, Desa Batunangkop, Kecamatan Sungkai Tengah, salah satu pasien yang mendapat bantuan operasi katarak gratis sedang bersama salah satu staf desa setempat di kediamannya, Senin, 21 Oktober 2019. Lampost.co/Yudhi Hardiyanto

KOTABUMI (Lampost.co) -- Senyum tipis terlihat di bibir pria paruh baya itu. Raut wajahnya kini lebih segar dari biasanya.

Tidak ada lagi  kemurungan karena pandangan matanya kabur sejak terkena katarak. Tapi kini, harapan untuk melihat dunia dengan jelas sudah terbayang dalam beberapa hari ke depan.

Ansori (67), warga Dusun 5, Desa Batunangkop, Kecamatan Sungkai Tengah, salah satu pasien yang mendapat bantuan operasi katarak gratis, mengatakan bahagia dengan adanya operasi gratis katarak yang dilakukan desa bekerja sama dengan RS Mardi Waluyo, Metro. Dia mengaku sejak menderita katarak selama setahun terakhir aktivitasnya terganggu. Matanya terasa pedih, kaku, dan seperti ada pasir yang mengganjal. Belum lagi ditambah pandangan mata yang mulai kabur, khususnya malam hari.

"Saya mengapresiasi pihak desa yang membantu rakyat kecil seperti saya untuk mendapatkan bantuan pengobatan dan operasi katarak gratis," ujarnya, Senin, 21 Oktober 2019.

Baginya, kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Batunangkop tersebut lebih menyentuh dan bermanfaat untuk rakyat kecil dibanding dengan kegiatan festival atau acara seremonial biasa.  "Saya berharap kegiatan ini digelar berkelanjutan  karena ini lebih berharga dengan membuat orang lain tersenyum di sepanjang sisa usia daripada membuat orang lain tertawa selama tiga hari di festival atau acara seremonial biasa," katanya.

Terpisah, Kepala Desa Batunangkop, Edy Waluyo, di ruang kerjanya, menuturkan pengobatan dan operasi katarak gratis ini diadakan atas kerja sama dengan RS Mardi Waluyo Metro dan donatur yang enggan disebutkan namanya. Kegiatan yang telah diadakan pada Sabtu, 12 Oktober 2019 sampai Senin, 14 Oktober 2019, ditujukan bagi masyarakat desa yang kurang mampu. Dalam pelaksanaan, dari 43 yang diajukan, hanya enam warga yang lolos seleksi rekam medis dan pemeriksaan untuk operasi katarak gratis.

"Biaya operasi katarak tidak dapat diklaim BPJS. Sehingga warga yang mau operasi minimal menyiapkan dana Rp8—Rp9 juta untuk satu mata, belum biaya yang lainnya. Lalu, bagaimana dengan masyarakat kurang mampu, untuk bertahan hidup saja sulit. Bagaimana mereka berpikir untuk operasi katarak walaupun mereka sangat menginginkannya"  kata dia.

Program pengobatan dan operasi katarak ini akan rutin digelar di Desa Batunangkop setiap lima tahun sekali. “Kami sangat bahagia bisa membantu warga desa untuk dapat melihat kembali di sisa usia mereka,” katanya.

Yudhi Hardiyanto

Berita Terkait

Komentar