#dbd

Penderita DBD di Lamtim hingga Pertengahan Februari 236 Orang

( kata)
Penderita DBD di Lamtim hingga Pertengahan Februari 236 Orang
Kantor Dinas Kesehatan Lampung Timur. Lampost.co/Djoni Hartawan Jaya

Sukadana (Lampost.co) -- Jumlah warga Lampung Timur yang terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD) hingga Selasa, 18 Februari 2020, terus bertambah menjadi 236 orang. Pada Januari 2020 jumlah warga yang terserang DBD 129 orang, kini bertambah 107 orang lagi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamtim, Nanang Salman Saleh mengatakan sejak awal sudah memprediksi serangan penyakit DBD dapat terus meningkat. Pasalnya, kondisi cuaca pada puncak musim hujan saat ini memang sangat mendukung berkembang biaknya nyamuk penular penyakit DBD yaitu Aedes aegypti.

Dia secara perinci menjelaskan korban yang terserang DBD sepanjang Januari 2020 tersebar di Kecamatan Pekalongan (23), Batanghari (18), Purbolinggo (17), Way Jepara (16), Bandar Sribhawono (12), Brajaselebah (9), Raman Utara (6), dan Batangharinuban (6). Kemudian Jabung (6), Labuhanmaringgai (5), Sekampungudik (4), Pasirsakti (2),  Sukadana (2), Margatiga (1), Margasekampung (1), dan Way Bungur (1).

Kemudian tambahan 107 warga yang terserang DBD hingga sejak awal bulan hingga Selasa, 18 Februari 2020, tersebar di Kecamatan Brajaselebah (20), Labuhanmaringgai (17), Raman Utara (14), Jabung (10), Way Jepara (10), Pekalongan (8), Purbolinggo (7), Batanghari (6),  Matarambaru (5), Pasirsakti (4), Bandar Sribhawono (2), Margasekampung (1),  Sekampungudik (1), Batangharinuban (1), dan Margatiga (1).

“Jadi dengan terus bertambahnya warga yang terserang penyakit DBD dalam kurun waktu Januari 2020 hingga Selasa, 18 Februari 2020, total jumlah korban mencapai 236 orang,” katanya.

Karena itulah, kata Nanang, untuk kesekian kalinya pihaknya kembali mengimbau warga Lamtim agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan penyakit DBD. Peningkatan kewaspadaan tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pola 3M plus dan peningkatan rutinitas kegiatan para jumantik.

Sementara itu untuk membantu warga menanggulangi serangan penyakit DBD, Dinkes akan rutin melaksanakan kegiatan fogging, abatesasi, serta mengintensifkan petugas Dinkes untuk terus melakukan pemantauan di lapangan, dan lain-lain.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar