#apbd#pad

Pendapatan Pemkab Lambar telah Mencapai Rp957 M

( kata)
Pendapatan Pemkab Lambar telah Mencapai Rp957 M
Ilustrasi anggaran daerah. MI/Ramdani


Liwa (Lampost.co) -- Pendapatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat (Lambar) per 7 Desember 2021 telah mencapai 93,56% atau Rp957,289 miliar dari total target Rp1,023 triliun.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Lambar, Okmal menjelaskan pendapatan daerah itu bersumber dari realisasi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp59,985 miliar (88,24%) dari target Rp67,978 miliar.

"Realisasi PAD itu bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah. Pajak daerah sampai dengan 7 Desember lalu telah terealisasi Rp12 miliar (95,39%) dari target Rp12,618 miliar dan dari retribusi daerah telah mencapai Rp2,800 miliar (66,12%) dari target Rp4,2 miliar," kata dia, Minggu, 12 Desember 2021. 

Baca: Realisasi PAD Lambar Capai Rp53, 627 Miliar

 

Sementara PAD dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi Rp5,9 miliar (100%), lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi Rp39,224 miliar (86,78%) dari target Rp45,200 miliar.

"Selain dari PAD, anggaran pendapatan  Pemkab Lambar juga bersumber dari pendapatan transfer, yaitu telah terealisasi Rp861,812 miliar (93,75%) dari target Rp919,267 miliar," kata dia. 

Realisasi pendapatan transfer, kata dia, bersumber dari dana perimbangan dan dana transfer umum/DAU, DAK, DID, Dana Desa, serta pendapatan transfer antardaerah.

Khusus dana perimbangan telah terealisasi Rp661,225 miliar dari target Rp687,110 miliar (96,23%), yaitu meliputi DBH pajak bumi dan bangunan, DBH cukai hasil tembakau, DBH sumber daya alam pengusahaan panas bumi, dan lain sebagainya.

"Kemudian dari dana transfer umum/DAU dari target Rp491,7 miliar telah terealisasi Rp489,328 miliar (99,52%). Lalu dari DAK fisik terealisasi Rp65,478 miliar (75,43%) dari target Rp86,810 miliar terdiri DAK bidang pendidikan, DAK bidang kesehatan, dan lainnya," kata dia. 

Okmal menyebut, ada juga pendapatan untuk DAK nonfisik, yaitu telah terealisasi Rp90,122 miliar (97,88,%). DAK nonfisik ini adalah untuk tunjangan guru, tambahan penghasilan guru, non fisik kegiatan bidang kesehatan, non fisik dana kegiatan pelayanan kependudukan dan lainya.

"Dana insentif daerah (DID) Rp31,6 miliar telah terealisasi 100%. Dana desa dari target Rp126,378 miliar telah terealisasi Rp113,769 miliar (90,02%)," jelas dia. 

Kemudian pendapatan dari transfer antardaerah telah terealisasi Rp55,206 miliar (74,43%) dari target Rp74,167 miliar yang bersumber antara lain dari pendapatan bagi hasil pajak, baik pajak kendaraan bermotor, pajak air permukaan dan pajak rokok. Lalu pendapatan dari hibah dana BOS telah terealisasi sebesar Rp35,490 miliar  (98,84%) dari target Rp35,908 miliar.

Ia menambahkan, ada beberapa potensi pendapatan daerah penyumbang PAD yang dikelola oleh OPD tetapi belum mencapai target. Hal itu dikarenakan dampak pandemi covid-19 ini, salah satunya target pendapatan dari pajak hiburan. Target tersebut tidak bisa tercapai karena dampak pandemi covid-19 sehingga segala bentuk kegiatan yang mengakibatkan keramaian tidak boleh dilaksanakan. 

"Kemudian potensi PAD dari pelayanan uji kir kendaraan bermotor yang pelaksanaanya juga baru dimulai beberapa bulan ini sehingga hasilnya belum produktif dan masih banyak sumber pendapatan daerah lainya yang realisasinya minim karena dampak covid-19," pungkas Okmal. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar