#APBD#PAD#Metro

Pendapatan Kota Metro Lampaui Target APBD 2020

( kata)
Pendapatan Kota Metro Lampaui Target APBD 2020
Sidang Paripurna Penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban APBD tahun 2020 di Ruang Sidang DPRD Kota Metro. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Realisasi pendapatan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Metro tahun anggaran 2020 mencapai Rp 917,9 miliar atau sebesar 100,95% dari target Rp909,3 miliar.

Wali Kota Metro Wahdi Sirajuddin mengatakan, pendapatan terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp221,6 miliar atau sebesar 111,14% dari target Rp199,4 miliar. Pendapatan transfer Rp677,8 miliar, dan pendapatan yang sah lain-lain sebesar Rp18,4 miliar.

"Realisasi PAD selain berasal dari penerimaan pajak dan retribusi daerah juga termasuk pendapatan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSU Ahmad Yani dan BLUD Puskesmas. Sedangkan Pendapatan transfer terdiri dari dana perimbangan Rp621,52 miliar dan Rp56,36 miliar dana bagi hasil Pemerintah Provinsi," kata dia saat Paripurna Pertanggung Jawaban APBD Tahun 2020 di Ruang Sidang DPRD Kota Metro, Rabu, 2 Juni 2021.

Baca: Pendapatan Kota Metro Lampaui Target APBD 2020 

 

Dia menjelaskan, belanja tahun 2020 mencapai Rp946,9 miliar dari anggaran sebesar Rp1,01 triliun atau terealisasi 93,71%. Angka tersebut terdiri dari belanja operasi sebesar Rp753,5 miliar atau sebesar 93,91%. Di antaranya terdiri dari belanja pegawai (gaji dan tunjangan), barang jasa, hibah, dan bantuan sosial.

Selanjutnya belanja modal Rp166,8 miliar atau 93,49%. Di antaranya direalisasikan untuk belanja tanah, modal peralatan mesin, modal gedung dan bangunan, modal jalan, irigasi dan jaringan, serta belanja modal aset tetap lainnya.

"Kemudian belanja tidak terduga Rp25,7 miliar direalisasikan untuk penanganan bencana banjir dan penanganan dampak covid-19, serta belanja transfer/bantuan keuangan Rp765,9 juta dialokasikan untuk bantuan keuangan partai politik sesuai dengan jumlah kursi pada DPRD," ujarnya.

Wahdi menambahkan, berdasarkan perbandingan total realisasi pendapatan sebesar Rp917,9 miliar dan realisasi belanja Rp946,9 miliar pada tahun 2020, maka terjadi defisit sebesar Rp28,9 miliar.

Sedangkan pada pembiayaan netto sebesar Rp101,2 milar terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp106,2 miliar yang berasal dari SILPA tahun 2019 dan penerimaan kembali piutang pinjaman lunak bergulir serta pengeluaran pembiayaan. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar