#desa#covid-19#koperasi

Pendapatan Koperasi Simpan Pinjam di Sragi Lamsel Anjlok Terdampak Covid-19

( kata)
Pendapatan Koperasi Simpan Pinjam di Sragi Lamsel Anjlok Terdampak Covid-19
Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun 2021, Jumat 25 Februari 2022. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Pendapatan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Sajama, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) pada 2021 anjlok karena terdampak pandemi covid-19. Bahkan, pendapatan melalui unit usaha Simpan Pinjam Perempuan (SPP) pun turut merosot hingga 55%.

Ketua UPK DAPM Sajama, Hadi Rahmad Sofhi mengatakan, pandemi covid-19 memengaruhi pendapatan di tahun ini. Hal itu disebabkan banyaknya tunggakan dari kelompok pengelola dana SPP.

"Pada 2021 lalu pendapatan merosot hingga 55 persen. Turunnya pendapatan ini disebabkan mandeknya usaha anggota kelompok akibat dampak covid-19. Selain itu, ada juga disebabkan penyelewengan dana yang dilakukan ketua kelompok hingga menimbulkan tunggakan," kata dia saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun 2021, Jumat 25 Februari 2022.

Baca: Puluhan Desa di Natar Lamsel Diminta Kembangkan Potensi Ekonomi

 

Hadi mengatakan, pada 2021 pendapatan UPK DAPM Sajama hanya terkumpul sebesar Rp85,4 juta. Sedangkan, pendapatan pada 2020 terkumpul mencapai Rp190,1 juta.

"Artinya, dibandingkan tahun sebelumnya ada penurunan pendapatan mencapai Rp104,7 juta atau 55 persen," kata dia.

Hadi mengaku Sejak 2018 hingga 2021 tunggakan kelompok dari dana bergulir eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPs) mencapai Rp1,9 miliar. Adapun total keseluruhan kelompok yang menunggak mencapai 101 kelompok

“Sebagian besar kelompok yang meminjam miliki usaha kantin sekolah dan usahanya tidak berjalan akibat covid-19. Ada lagi kasus uang yang kita pinjamkan diambil ketua kelompoknya. Bahkan ada yang sudah kabur," kata dia.

Meski demikian, kata Hadi, pihaknya terus melakukan pembinaan kepada anggota kelompok koperasi simpan pinjam guna meningkatkan kembali pendapatan UPK DAPM. Namun, kedepan pihaknya akan menghentikan pinjaman kepada kelompok yang memiliki banyak tunggakan.

“Kami terus melakukan pembinaan dengan harapan anggota kelompok bisa membayar angsuran sehingga pendapatan kami kembali meningkat," ujarnya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar