#Terorisme

Pendanaan Via Kotak Amal Dihentikan, LAZ ABA: Banyak Kabar Miring

( kata)
Pendanaan Via Kotak Amal Dihentikan, LAZ ABA: Banyak Kabar Miring
Hamdan Fauzi Humas LAZ ABA (kanan)/Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mabes Polri menuding 20.000 kotak amal milik Lembaga Amil Zakat Abdurahman bin Auf (LAZ ABA) digunakan untuk pendanaan terorisme. Sebanyak 6.000 dikelola LAZ ABA Cabang Lampung untuk disebar di minimarket dan tempat strategis lainnya.

Lampost.co sudah dua kali mewawancarai pihak LAZ ABA melalui Humasnya, Hamdan Fauzi. Dua kali pula, Hamdan membantah tudingan tersebut.

Hamdan juga menyebutkan bahwa keuangan mereka selalu diaudit. Sementara Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Lampung menyebut LAZ ABA Cabang Lampung resmi terdaftar sejak 2017-2022, berdasarkan rekomendasi Baznaz Lampung.

Kali ketiga, Lampost.co kembali menyambangi LAZ ABA untuk berbincang perkembangan tudingan pendanaan teroris melalui kotak amal. Kali ini, Ketua Yayasan Dwi Raditya, berkenan menerima pada Jumat, 18 Desember 2020.

Mabes Polri menyebut 6.000 kotak amal LAZ ABA Lampung untuk pendanaan terorisme, sedangkan sebelumnya LAZ ABA menyebut hanya ada 2.763 kotak amal yang terdata, bagaimana tanggapan Anda ?

Yang kami sampaikan sudah jelas, hanya ada 2.700-an. Kalau yang dari rilis Mabes Polri segitu enggak tahu dari mana.

Kabarnya ada tiga orang pengurus LAZ ABA Pusat yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni FS (Ketua), RW (Bendahara), dan DN (Pengurus kotak amal di Lampung), apakah Anda mengenal dan berkoordinasi dengan orang tersebut ?

Demi Allah, demi Rasulullah, saya tidak kenal yang namanya DN. Kenal aja mukanya belum pernah, mungkin di luar LAZ ABA tapi dikaitkan. Saya kurang tahu persis dengan dia (FS), sudah lama enggak komunikasi (dengan pusat)

Selain menghimpun dana lewat zakat dan kotak amal untuk delapan golongan penerima zakat dan bantuan bencana alam, LAZ ABA Cabang Lampung juga menyetor ke pusat, bagaimana mekanismenya?

Setor laporan. LAZ ABA punya program yang sama menyantuni anak dan fakir miskin di sana, organisasi manapun kalau pusat ke cabang kan ada istilahnya kewenangan setor misal program laporan dan program kerjanya sama disetorkan ke pusat untuk santunan juga. Santunan kaum duafa, kebijakan, atau aturan di lembaga.

Berapa besaran atau persentase yang disetorkan ke LAZ ABA Pusat?

Enggak banyak, kisaran Rp6-7 juta per bulan. Itu juga murni disalurkan untuk bantuan dan santunan.

Apakah penggalangan donasi via kotak amal LAZ ABA Lampung masih berjalan?

Sementara kami hentikan. Karena beredarnya berita miring maka kami vakumkan dulu operasionalnya. Bertahap kita tarik.

Sudah adakah lembaga terkait yang berkomunikasi dengan LAZ ABA Lampung, misalnya Kanwil Kemenag dan Baznaz?

Baznaz sudah komunikasi dengan kami dan mengklarifikasi. Mereka belum datang, tapi sudah ada komunikasi.

Harapan terkait isu yang beredar?

Harapannya segera berakhir. Karena kalau LAZ ABA atau sejenisnya tidak ada, banyak yang terdampak, janda, duafa, kaum miskin, siapa yang akan menyantuni dan kehidupan mereka.


Terkait tudingan 6.000 kotak amal LAZ ABA Lampung oleh Mabes Polri, Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Aryad kembali menegaskan ranah penyelidikan dan penyidikan perkara tersebut berada di wilayah dan tanggung jawab Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

"Pendataan, pengecekan, pengumpulan bahan keterangan yang kita lakukan oleh intelkam dan Babimkabtimas, semua data kami serahkan ke Densus," ujar Kabid Humas Polda Lampung saat diwawacarai di Mapolda.

Termasuk apakah ada penghentian atau pembekuan sementara kotak Amal LAZ ABA, hal itu dibilang bukan kewenangan Polda Lampung. Polda Lampung juga berkoordinasi dengan Baznas Lampung, Kesbangpol, dan Kanwil Kemenag Lampung.

"Jadi ke depannya kalau ada kotak amal yang mau ditaruh di minimarket atau tempat lain, harus jelas miliknya, keabsahaannya, harus detail sebelum diterima," katanya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar