#kartuprakerja#wabahcorona#beritanasional#ekbis

Pendaftar Kartu Prakerja Tembus 9,4 Juta Orang

( kata)
Pendaftar Kartu Prakerja Tembus 9,4 Juta Orang
Ilustrasi Kartu Prakerja. Foto: Dok

Jakarta (Lampost.co): Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui minat masyarakat terhadap program kartu prakerja cukup tinggi. Hal ini tercermin dari jumlah pendaftar kartu prakerja yang mencapai 9,4 juta orang sejak diluncurkan pada April 2020.
 
Jumlah tersebut berasal dari calon peserta yang mendaftar melalui laman www.prakerja.go.id pada gelombang pertama sebanyak 168.111 orang. Sedangkan gelombang kedua berjumlah 288.154 orang.

"Sebanyak 9,4 juta orang sudah melakukan pendaftaran. Bapak Presiden sudah menginstruksikan agar yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan dirumahkan menjadi prioritas (peserta program kartu prakerja). Ini nanti yang akan bisa masuk ke dalambatch-batchselanjutnya," ujar Ani sapaannya dalam telekonferensi di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2020.

Dalam hal ini, Kemenkeu menyiapkan anggaran sebesar Rp20 triliun dengan target peserta 5,6 juta orang yang disaring melalui 30 lebih gelombang pendaftaran. Adapun peserta yang lolos diwajibkan untuk mengikuti pelatihanonlieselama masa pandemi covid-19.

Sebanyak 110.537 peserta gelombang pertama telah membeli pelatihan, jumlah ini setara 65,7 persen dari total peserta gelombang pertama. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 ribu peserta telah menyelesaikan pelatihannya, mereka telah mendapatkan insentif pascapelatihan sebesar Rp600 ribu per bulan.

"Ada persepsi bahwa seolah-olah uang (pelatihan) Rp1 juta itu pasti hilang. Kalau dia tidak klaim, maka dia tidak hilang. Kalau biaya pelatihannya hanya Rp300 ribu, maka uangnya yang Rp700 ribu akan masih tetap kembali ke pemerintah. Jadi dalam hal ini yang pasti diterima adalah Rp600 ribu per orang per bulan untuk empat bulan ini," tuturnya.

Pemerintah telah mentransfer penuh insentif kartu prakerja sebesar Rp3,55 juta kepada 456.265 peserta kartu prakerja yang berasal dari dua gelombang penerimaan. Dari jumlah itu, peserta baru bisa menggunakan Rp1 juta untuk membeli pelatihan di platform digital.

Bantuan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta per peserta itu dapat digunakan untuk memilih atau mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh lembaga pelatihan dan dapat diakses melalui platform digital.

Jika peserta telah menyelesaikan satu pelatihan dan mendapatkan sertifikat digital dari pelatihan tersebut, maka akan menerima insentif sebesar Rp600 ribu per bulan. Uang saku tersebut secara bertahap dikirim selama empat bulan dengan total sebesar Rp2,4 juta.

Peserta juga akan mendapat insentif sebesar Rp150 ribu setelah mengisi tiga kali survei evaluasi dan memberikan rating kepada lembaga pelatihan tersebut. Dana insentif itu akan ditransfer ke rekening BNI atau dompet digital yang telah menjadi mitra pembayaran seperti OVO, Gopay, dan LinkAja.

Setelah menyelesaikan pelatihan pertama, peserta masih bisa mengikuti pelatihan kedua maupun ketiga. Asalkan biaya yang dibutuhkan masih sesuai dengan jumlah insentif pelatihan yang diterima tiap peserta sebesar Rp1 juta.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar