curanmormalingmotor

Pencurian Motor Makin Merajalela di Lamsel

( kata)
Pencurian Motor Makin Merajalela di Lamsel
Ilustrasi. Google Images

KALIANDA (Lampost.co) -- Pencurian kendaraan bermotor di Lampung Selatan kian marak. Setidaknya ada empat kasus pencurian, dua diantaranya gagal dalam dua hari terakhir.

Sebuah motor Honda Beat dengan nopol BE-6873-OD yang dikabarkan milik Kepala Desa Semanak, kecamatan Bakauheni, Hayubi,
raib disikat maling di parkiran masjid desa setempat, pada Minggu, 16 Februari 2020, sekitar pukul 19.30 WIB.

Baca juga: Maling Motor, Dua Warga Lamtim Diringkus

Kemudian pada Senin, 17 Februari 2020, motor Honda Beat warna biru putih dengan nopol BE-4162-OT milik warga Gunung Taman, Desa Legundi kecamatan Ketapang yang diparkir di teras rumahnya raib digasak pencuria.

"Kunci motor dengan pemiliknya diletakkan di dasbor depan, sementara STNK di bawah jok. Korban baru tahu motornya hilang sekitar 10 menit kemudian," kata Wayan Ganti (45), kerabat korban warga Gunung Taman, kepada lampost.co, Selasa, 18 Februari 2020.

Enam jam kemudian, dua motor yakni motor Honda Supra X 125 dan motor Honda Beat warna putih biru nyaris lenyap saat ditinggal pemiliknya menjalankan ibadah salat magrib di Masjid Al Muhajirin di Jalinpantim Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. 

Namun aksi pelaku berhasil digagalkan setelah seorang jemaah keluar dari tempat air wudhu. Jemaah yang hendak menjalankan salat magrib itu secara spontan berteriak maling sehingga membuat kedua pelaku yang sudah berhasil merusak kedua kontak motor itu lari ke arah pintu keluar masjid.  

"Di luar sudah menunggu seorang pelaku dengan motor Satria FU yang dalam kondisi hidup. Selanjutnya mereka kabur kearah Bakauheni," kata Pardi (36), seorang saksi warga setempat, Selasa, 18 Februari 2020. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar