Sidangpengadilannegeri

Pencurian dan Pencabulan Dominasi Persidangan Anak

( kata)
Pencurian dan Pencabulan Dominasi Persidangan Anak
Akhmad Kurniadi Penasehat Hukum Pos Bantuan Hukum PN Tanjungkarang. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Pengadilan Negeri Tanjungkarang mendampingi 46 perkara anak dibawah umur sepanjang 2020.

Kepala Kantor Pos Bakum, Akhmad Kurniadi, mengatakan jumlah tersebut terbilang banyak dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Kalau anak terlibat hukum mesti ada pendampingan, jadi kami ditunjuk Pengadilan. Jumlah itu yang kami dampingi saja belum yang didamping penasehat hukum lainya," kata Adi, Jumat, 1 Januari 2021.

Rata-rata kasus yang menjerat anak hingga ke meja hijau adalah kasus pencurian dan pencabulan. Beberapa kali terungkap di persidangan alasan terdakwa atas dasar desakan kebutuhan hidup.

"Saya sudah tiga kali sidang. Anak ini beralasan mencuri untuk membeli HP dan kuota internet untuk belajar daring di masa pandemi ini. Ada juga mencuri untuk membeli makan," kata dia.

Selain itu ada pula kasus pencabulan. Pada perkara itu, terdakwa melakukannya dengan alasan sering menonton video porno. Hal itu akibat kurangnya pengawasan orang tua.

"Alasan lainnya berpacaran melakukan atas dasar suka sama suka. Meski itu salah, tapi mereka tidak tahu karena kurang perhatian dan pengertian dari orang tua," katanya.

Kordinator penanganan perkara untuk masyarakat kurang mampu ini menjelaskan, Pos Bakum sangat berharap di 2021 perkara yang menjerat anak berkurang. Sebab, anak tidak semestinya berurusan dengan hukum.

"Anak itu masih dalam pengawasan orang tua, sehingga harus dijaga diberikan pandangan dan pelajaran yang positif supaya tidak terjerumus hukum," katanya.

Di samping itu, banyak pula anak yang terjerat narkoba. Anak-anak dijadikan kurir dengan upah dan iming-iming kuota internet seharga puluhan ribu. Sementara kuota itu digunakan untuk belajar daring.

Mengenai putusan pidana yang dijatuhkan hampir rata-rata ringan terutama kasus pencurian. Hakim memiliki pertimbangan anak tidak semestinya di penjara karena masih memiliki masa depan yang panjang. "Putusannya rata-rata ringan, ada yang divonis latihan kerja saja," katanya.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar