pencurituba

Pencuri Sapi Buron Ditangkap Polisi

( kata)
Pencuri Sapi Buron Ditangkap Polisi
Caption: Tersangka saat diamankan di Mapolres Tulangbawang. (Polres).


MENGGALA (Lampost.co) -- Satu pencuri sapi yang beraksi di Kampung  Caturkarya Buanajaya, Kecamatan Banjarmargo, Tulangbawang dibekuk Aparat Kepolisian Resor Tulangbawang. Ia bersama komplotannya telah buron selama delapan bulan.

Tersangka yakni Sukiran alias Bowor (43) petani Dusun Bumimulyo, Desa Bumikecana, Kecamatan Seputihagung, Lampung Tengah. Sementara dua rekannya terlebih dahulu ditangkap dan saat ini tengah menjalani hukuman di Rutan Klas ll B Menggala.

"Buronan pelaku curat sapi ini ditangkap petugas kami, Selasa (3/11/2020), sekira pukul 18.30 WIB di rumahnya," kata Kapolres Tulangbawang AKBP Andy Siswantoro, Kamis, 5 November 2020.

Sukiran alias Bowor beraksi bersama dua rekannya yakni Sabarno (39) dan Rakim (31) yang terlebih dahulu tertangkap dan saat ini sedang menjalani hukuman di Rutan Klas II B Menggala.

Ketiga tersangka yang beraksi pada, Jumat, 14 Februari 2020 itu menggasak lima ekor sapi milik Samsuri warga Kampung Caturkarya Buanajaya yang berada di kandang belakang rumahnya. 

Namun satu anakan ekor sapi yang sempat dibawa kabur para pelaku, berhasil ditemukan korban di perkebunan plasma sawit dekat areal PT BNIL yang berjarak sekira 3 KM dari rumah korban.

Saat ditemukan sapi tersebut dalam posisi tertidur di bawah pohon sawit. Akibat peristiwa itu,  Samsuri mengalami kerugian empat ekor sapi yang ditaksir Rp50 juta.

"Hasil dari olah TKP para pelaku mengambil sapi milik korban dengan cara membuka pintu kandang sapi saat korban sedang tertidur lelap. Lalu melapas ikatan tali tambang dan menarik sapi-sapi tersebut ke perkebunan plasma sawit, kemudian dinaikkan ke dalam mobil truck," kata dia.Saat ini tersangka tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres Tulangbawang. Ia terancam dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke-1 dan ke 4 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar