BNPTfkptlomba

Pencegahan Pemaparan Terorisme Bisa Lewat Seni

( kata)
Pencegahan Pemaparan Terorisme Bisa Lewat Seni
BNPT RI bekersama dengan Forum koordinsi pencegahan terorisme (FKPT) Lampung menggelar lomba video pendek, dan diskusi film bersama pelajar SMA se-Lampung, di Hotel Horison, Bandar Lampung, Rabu, 7 Oktober 2020. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- BNPT RI bekersama dengan Forum koordinsi pencegahan terorisme (FKPT) Lampung menggelar lomba video pendek, dan diskusi film bersama pelajar SMA se-Lampung, di Hotel Horison, Bandar Lampung, Rabu, 7 Oktober 2020.

Materi kedua tentang pembuatan film disampaikn oleh Dimas Moersas. Ia mengatakan dalam pencegahan terosisme melalu film, pelajar harus memperhatikan beberapa hal, yaitu konten yang positif, dan jangan membuat konten yang mengandung hoaks serat provokasi.

"Buat film yang positif, yang tidak mengandung hoaks, sertakan nilai-nilai pencegahan paham terorisme di kalangan pemuda," ucapnya.

Dimas juga memberi semangat serta motivasi kepada pelajar serta guru untuk terus kteatif serta inovatif di massa pandemi ini. Terlebih adanya lomba film yang diadakan BNPT dan FKPT. Ia berharap pelajar dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan baik.

"Tunjukan bakat kalian, ini kesempatan bagi pelajar untuk mengharumkan nama bngsa dan negara, jangan buat konten negatif," kata Dimas.

Sementara itu, materi ketiga tentang Seni, Radikalisme dan Terorisme disampaikan oleh Kabid Pemuda dan Pedidikan FKTP Lampung, Isbedy Setiawan ZS.

Isbedy mengatakan, mencegah pemaparan terorisme dan radikalisme bukan hanya lewat sosial media maupun sekolah, melainkan bisa melalui lewat karya seni.

"Pencegahan dan pemahaman terorisme di kalangan pelajar bisa juga melalui sastra dan puisi. Kita bisa menerapkan pemahanan pencegana terorisme melalu berbagi aspek," ucapnya.

Dengan menggunakan seni, pesan yang disampaikan dalam pemahaman pencegahan terorisme, akan menjadi lebih menarik dan indah. Selain menyampaikan materi, Isebedy juga membacakan puisi dihadapan auidens sebagai contoh bentuk seni dalam mencegah pemahaman terorisme. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar