#Kejahatan#Pencabulan

Pencabulan Anak Tiri Bermula dari Sering Tidur Bareng

( kata)
Pencabulan Anak Tiri Bermula dari Sering Tidur Bareng
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Pringsewu (Lampost.co) -- Kepolisian Sektor (Polsek) Gadingrejo mengungkap perkembangan terbaru kasus pencabulan ayah kepada anak tirinya. Dalam hasil penyelidikan terungkap antara tersangka, istri, dan anak tiri selaku korban memang sering tidur bersama.

"Selama ini tersangka sering tidur bareng istri dan anak tirinya. Karena sering tidur bareng itulah tersangka R kemudian khilaf melakukan persetubuhan bersama DS yang masik anak tirinya itu," ujar Kapolsek Gadingrejo AKP. Anton Saputra, Rabu, 23 Januari 2020.

Ia memaparkan dalam pengakuannya tersangka R pertama kali menyetubuhi anak tirinya saat istrinya pergi salat subuh ke masjid. Tersangka Tersangka terus melakukan pencabulan seriap ada kesempatan. R selalu mengancam korban.

Sementara itu IS (48), tersangka lainnya dalam kasus ini awalnya mengaku tergoda lantaran sikap konyol DS. IS yang juga tetangga korban selalu mengiming-imingi DS setiap akan mengajak berhubungan badan.

Kapolsek menambahkan dari pengakuan tersangka IS, setiap melakukan hubungan badan selalu memberikan uang antara Rp100-150 ribu. Jika ditotal maka uang yang diberikan kepada korban sebagai alat merayu berkisar Rp2 jutaan. Itu untuk sembilan kali tidak pencabulan.

"Kedua tersangka terancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Sedangkan untuk ayah tiri korban ancamannya ditambah lagi selama sepertiga hukuman," ungkapnya.

Kapolsek menghimbau kepada masyarakat saat anak gadis remaja jangan tidur bersama-sama. Kata dia agama juga melarang orang tua tidur dengan anak yang lain jenis apabila sudah dewasa karena dikhawatirkan dapat menimbulkan dosa.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar