#Pencabulan#bawahumur

Pencabulan Anak di Bawah Umur Kerap Dilakukan Orang Dekat

( kata)
Pencabulan Anak di Bawah Umur Kerap Dilakukan Orang Dekat
dok

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Setidaknya ada delapan kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur di Lampung selama 2019. Rata-rata korban pencabulan merupakan anak dibawah umur. Bahkan pelakunya merupakan orang terdekat dan dikenal oleh korban.

Kasus pertama pencabulan yang dilakukan oleh paman korban berulang kali terhadap keponakanya sendiri berusia 14 tahun, dengan pelaku berinisial LU (45). Perbuatan bejat pelaku dilakukan sejak korban kelas 6 SD. Bahkan paman korban yang merupakan pelaku ini mencekoki korban dengan pil KB hal ini terungkap saat dintrogasi pihak kepolisan Lampung Timur.

Kasus paman yang memperkosa keponakannya sendiri juga terjadi di Kabupaten Pringsewu. Korban berinisial SF (18) mengalami keterbelakangan mental diperkosa pamannya sendiri sebanyak dua kali.

Nasib tragis juga dialami seorang gadis di bawah umur di Kabupaten Tanggamus. Korban dicabuli secara bergiliran usai pulang nonton pasar malam. Ketiga pelaku telah diamankan aparat kepolisian.

Kasus pemerkosaan terhadap gadis dibawah umur juga terjadi di Pesawaran, Lampung. Tak hanya disetubuhi, korban bahkan disekap oleh 8 pria. Enam pelaku yang sudah diamankan polisi yakni berinisial R alias A (32), As (29), RM (24), MA (26), HR (23) dan MT (28). Sementara dua lainnya masih dalam pengejaran.

Kejadian lainya yakni AH (29), Warga Gisting, Tanggamus, Lampung. Ia tega berbuat tidak senonoh terhadap adik angkatnya yang masih berusia 14 tahun. Pelaku kini telah ditangkap polisi. AH diduga telah mencabuli korban yang masih duduk di bangku SMP hingga sebanyak tiga kali.

Peristiwa pencabulan lainnya masih terjadi di Tanggamus, yakni bapak mencabuli anak tirinya sendiri. Korban masih berusia 10 tahun. Pelaku berdalih melakukan perbuatan tak senonoh terhadap korban lantaran kesal tidak dilayani istri berhubungan badan.

Gadis 15 tahun berinisial DS dicabuli oleh tiga pria. Ia mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari tiga orang pemuda yakni IR (18) dan YM (16) dan SK (21). Salah satu pelaku bahkan menyetubuhi korban hingga 8 kali.

Kasus lainya yang sempat menghebohkan publik yakni perempuan berinisial AG (18) jadi korban incest yang dilakukan ayahnya, M (45), dan kakaknya, SA (24), serta adiknya, YF (15). Bahkan Terungkap sang adik dari korban berinisal YF mengaku pernah berhubungan intim dengan binatang jenis kambing dan sapi.

Menanggapi hal tersebut Direktur Lembaga Atvokasi Perempuan (Damar) Lampung, Sely Fitriani mengatakan, merujuk dari kasus diatas, perempuan sangat rentan menjadi korban, bahkan kecenderungannya dalam rentang 2 tahun usia korban dalam kategori anak dan pelaku orang terdekat korban/yang dikenal, seperti paman, tetangga, pacar, teman, ayah dan lain-lainnya.

Menurut dia, relasi kuasa dan melihat korban/perempuan sebagai objek seks menjadi faktor tingginya kasus kekerasan seksual di Lampung. Dengan demikian DAMAR terus mendesak untuk Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual segera disahkan.

"Fakta bahwa perempuan sangat rentan menjadi korban kekerasan seksual tidak bisa diabaikan oleh negara. Keterdesakan pengesahan RUU Penghapusan kekerasan seksual tersebut agar hak-hak korban kekerasan seksual terakomodir, karna berdasarkan fakta kekerasan seksual sangat berdampak pada fisik, maupun psikologis korban," kata Sely.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar