#narkoba#kriminal#beritalampung

Penasihat Hukum Bandar Narkoba Keberatan terhadap Vonis Hakim

( kata)
Penasihat Hukum Bandar Narkoba Keberatan terhadap Vonis Hakim
Narkoba. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim Kuasa Hukum Jefri Susandi (41) terpidana mati kasus narkoba mengaku keberatan dengan putusan hakim atas perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, Selasa 16 Februari 2021.

Pengacara bandar narkoba tersebut, Rifki menilai putusan Hakim sangat memberatkan kliennya yang sudah divonis mati atas perkara penjualan narkoba. Sebab, dalam kasus tersebut hukuman terdakwa ditambah dengan hukuman penjara selama 9 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan.

"Semua barang bukti, rekening, aset bergerak dan tidak bergerak termasuk emas milik terdakwa akan disita negara. Kemudian sejumlah handphone milik terdakwa juga akan dimusnahkan," ujar Rifki.

Rifki menambahkan, semua aset milik terdakwa yang akan disita memang tercantum dalam tuntutan. "Tetapi sejujurnya kami juga bingung karena terdakwa ini sudah divonis mati. Terus bagaimana menjalani vonis hakim untuk perkara yang lainnya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Jefri menjalani bisnis penjualan narkotika selama 2015 hingga 2019. Dalam menjalani bisnis terdakwa menyimpan uangnya di dalam rekening sejumlah bank swasta dan asuransi.

Diantaranya rekening atas nama Isma Novalia di bank swasta sebesar Rp203 juta dan Rp24 juta dan atas nama Eva Liana dengan saldo Rp356 juta. Terdakwa juga memiliki aset tanah dan kendaraan dari hasil bisnis terlarangnya itu.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar